ISLAM, DALAM ASIMILASI BUDAYA LOKAL DENGAN MASYARAKAT TRASNMIGRASI (Studi Masyarakat Jawa ditengah Komunitas Suku Komering Sumatera Selatan)

ISLAM, DALAM ASIMILASI BUDAYA LOKAL DENGAN MASYARAKAT TRASNMIGRASI (Studi Masyarakat Jawa ditengah Komunitas Suku Komering Sumatera Selatan)

  • Gunawan Ikhtiono
  • Maemunah Sa’diyah

Abstrak

Islam, sebagaimana dijumpai dalam sejarah, ternyata tidak sesempit yang difahami pada umumnya. Islam yang bersumber pada al-Qur’an dan Sunnah Nabi dapat berhubungan dengan pertumbuhan masyarakat luas yang multi kultural. Islam dapat beradaptasi dengan mudah dalam masyarakat dimanapun berada. Persentuhan tersebut terjadi dalam proses Asimilasi dan Akulturasi dengan budaya lokal, umumnya yang terjadi di Asia Tenggara, khususnya di Indonesia. Sehingga mempunyai karakteristik yang khas dibandingkan dengan watak Islam dikawasan lain. Karakter itu diantaranya lebih damai, ramah, toleran, serta menghargai perbedaan dan menjunjung tinggi karakter tradisional. Penyebabaran Islam dengan watak yang damai itu pada akhirnya berimplikasi munculnya Islam yang lebih lunak, lebih bijak, atau bahkan sangat akomodatif terhadap kepercayaan, praktik keagamaan, dan tradisi lokal. Tingginya toleransi itu jugalah yang mendorong hubungan antara masyarakat pendatang dari Jawa dengan Suku Komering Sumatera Selatan lebih mengedepankan Nilai-nilai Islamnya daripada nilai-nilai budayanya. Meskipun seringkali terjadi “ketegangan-ketegangan”, namum hanya berlatar belakang dalam masalah ekonomi atau kesalah pahaman yang bersifat individualistik. Keduanya mencoba merangkai tatanan kehidupan baru dalam bermasyarakat, dengan meminimalisir perbedaan atas dasar satu persamaan, yakni Islam. Keduanya adalah bagian dari peradaban yang terserak di antara pulau (nusantara) yang perlu dijaga/dipelihara dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Diterbitkan
2017-12-31
Terbitan
Bagian
Articles