PENGARUH PEMBERIAN PENGHARGAAN DAN SANKSI TERHADAP PENINGKATAN KUALITAS KINERJA GURU DI SEKOLAH BOSOWA BINA INSANI BOGOR
Abstrak
Keberadaan pedoman perilaku dan tata tertib bagi guru di sekolah ternyata sering diabaikan. Fakta menunjukkan tidak seluruh guru mau mematuhi kode etik dan tata tertib yang berlaku. Fokus masalah dalam penelitian ini adalah implikasi dan konsekuensi hukum dalam kode etik dan tata tertib yang berlaku
tidak memberikan efek positif terhadap guru untuk meningkatkan kualitas kinerjanya. Bisa jadi karena ketiadaan penghargaan bagi mereka yang mematuhi aturan sehingga mereka tidak termotivasi untuk meningkatkan kualitas kinerjanya, atau adanya sanksi yang diberlakukan tidak memberikan efek jera
bagi pelanggar aturan. Pemberian penghargaan terhadap guru dapat berupa pemberian gaji dan bonus, tunjangan kesejahteraan, pengembangan karir, dan penghargaan sosial. Sedangkan sanksi yang diberikan kepada guru dapat berupa teguran lisan, surat peringatan (SP-1), surat peringatan (SP-2), dan
pemberhentian. Artikel ini didasarkan hasil penelitian yang dilakukan di Sekolah Bosowa Bina Insani Bogor terhadap seluruh guru sebagai responden sebanyak 129 orang. Analisis yang digunakan adalah regresi dan korelasi. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan dengan menggunakan SPSS 16.0, koefisien
korelasi antara X1 , dan X2 terhadap Y yaitu sebesar 0,792, sedangkan koefisien determinasi antara X1, dan X2terhadap Y yaitu sebesar 0,628. Maka dapat disimpulkan bahwa faktor pemberian penghargaan dan sanksi, berpengaruh positif dan signifikan terhadap kualitas kinerja guru dengan dengan pengaruh sebesar 62,8%. Sisanya terdapat 37,2% faktor lain yang dapat mempengaruhi kualitas kinerja guru di sekolah