IMPLEMENTASI KONSEP TASAWUF DALAM PENERAPAN PENDIDIKAN KARAKTER DI PONDOK PESANTREN AL-GHAZALY BOGOR

  • Suimah Herniawati
Keywords: Tasawuf, Pendidikan, Karakter

Abstract

Ilmu tasawuf sudah sering dipakai sebagai solusi alternatif dalam berbagai penelitian untuk menyelesaikan pangkal kerusakan moral bangsa saat ini. Ternyata lembaga pendidikan islam (pesantren) yang khas berasal dari bumi Nusantara sudah menerapkan nilai-nilai konsep tasawuf sejak dulu. Tujuan penelitian dalam skripsi ini untuk mendeskripsikan model implementasi konsep tasawuf dalam penerapan pendidikan karakter, menemukan relevansinya dengan tujuan pendidikan karakter nasional, dan menemukan nilai-nilai pendidikan karakter nasional dalam konsep Tasawuf  di Pondok Pesantren Al-ghazaly Bogor. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif. Konsep Tasawuf dalam Pendidikan Karakter yakni dengan menerapkan metode Tazkiyatun Nafs, melalui tahap Takhalli, Tahalli, dan Tajalli, materi pelaksanaannya berupa seni mengolah hati, dan bertujuan untuk mensucikan hati serta menyaksikan Allah melalui dzikir, taffakur, dan internalisasi nilai-nilai akhlakul karimah. Konsep Tasawuf yang diimplementasikan oleh Ponpes al-Ghazaly Bogor bercorak Tasawuf Teosufi, yang menerapkan metode tazkiyatun nafs pada kegiatan harian santri/wati melalui dzikir bertujuan akhir pada level Mahabbah (Cinta pada Allah) serta menerapkan makna filosofis dari pengajian kitab tasawuf Al-hikam pada acara kebangsaan “Festival Cinta tanah Air”. Maka konsep tasawuf yang diimplementasikan oleh Ponpes Al-ghazaly sangat  relevan dengan tujuan pendidikan karakter nasional yang menerapkan poin pertama; cinta kepada Allah dan semesta beserta isinya. Nilai-nilai pendidikan karakter nasional dalam konsep Tasawuf  di Pesantren Al Ghazaly Bogor adalah Religius, jujur, toleransi, semangat kebangsaan, dan cinta tanah air.

References

Abudin Nata, Akhlak Tasawuf, PT Raaja Grafindo Persada: Jakarta, 2008
Anam, Syariful. (2010).’Urgensi Bertasawuf dalam Pluralitas Kehidupan Sosial Masyarakat Menuju Insan Humanis’, Vol. 1, Jurnal Tasamuh, hal 191-214.
Aji, A.M. "Hak dan Kewajiban Asasi Manusia Dalam Perspektif Islam," Salam; Sosial dan Budaya Syar-i, Volume 2, No. 2 (2015).
Aryati, Azizah. (2017). ‘Pemikiran Tasawuf Syeikh Ibn ‘Atoillah As-Sakandari dalam Kitab Al Hikam (Kajian Tentang Rekonstruksi dan Kontribusi Nilai-Nilai Tasawuf dalam Pendidikan Islam)’, Vol. 5, Jurnal Manhaj, hal 1-8
Hamidah, Asyifak. (2008). ‘Kontribusi tasawuf Dalam Pendidikan’,Vol. 19, hal 1-8
Hudri, Turmudzi. (2018, Oktober 8). Wawancara.
Irfani, Fahmi. (2016). ‘Potret Pendidikan Islam di Masa Klasik’, Vol.7, Jurnal Fikrah , hal 26-35
Joko Tri Haryanto. (2014).’Perkembangan Dakwah Sufistik perspektif tasawuf kontemporer’, Vol.8, Jurnal Addin, hal 269-294
Mukri, S.G.; Aji, A.M.; Yunus, N.R. "Implementation of Religious Education in the Constitution of the Republic of Indonesia," Salam: Sosial dan Budaya Syar-i, Volume 3 No. 3 (2016).
Otta, Yusno Abdullah. 2010. “Tasawuf dan Tantangan Perubahan Sosial”, Vol.14, Jurnal Ulumuna, hal 389-412
Republik Indonesia. 2007. Undang-undang No. 17 tahun 2007 tentang rencana pembangunan jangka panjang 2005-2025, Sekretariat Negara. Jakarta.
Sabil. (2018, April 16). Wawancara.
Salmah. (2018, Januari 15). Dokumentasi.
Siroj, Said aqil. (2012). Dialog Tashawuf Kiai Said; Aqidah Tashawuf dan Relasi Antarumat Beragama, Cet pertama, Khalista: Surabaya.
Subky, Badrudin H. (2015). Tafsir II Pendidikan Islam, Cet pertama, Indie Publishing: Depok.
Sunarto, Ahmad. (2014). Terjemahan Al-hikam Ibn ‘Athaillah, Cet pertama, Mutiara Ilmu: Surabaya.
Trisna, Entis. (2018, April 16). Wawancara.
Zubaedi. (2015). Desain Pendidikan Karakter: Konsep Dan Aplikasinya Dalam Lembaga Pendidikan.
Published
2018-12-01
Section
Articles