KONSEP PENYUCIAN JIWA (TAZKIYATUN NAFS) MENURUT IMAM AL-QUSYAIRI (986 M – 1072 M) DAN RELEVANSINYA TERHADAP PENDIDIKAN AKHLAK

  • Aldila .
  • Akhmad Alim
  • Imas Kania Rahman
Keywords: Penyucian, Jiwa, al-Qusyairi

Abstract

Jiwa adalah sesuatu yang paling berharga pada diri manusia, ia memiliki peran yang sangat penting bagi kehidupan manusia, karena ia adalah inti dari manusia itu sendiri. Baik dan buruknya akhlak seseorang sangat tergantung pada kesehatan jiwanya. Jiwa yang bersih akan melahirkan akhlak yang mulia, demikian pula sebaliknya. Jiwa yang suci harus dijaga dari hal-hal yang dapat mengotorinya dan jiwa yang kotor harus disucikan (tazliyatun nafs). Tujuan penelitian ini adalah ingin mengetahui konsep jiwa dan konsep penyucian jiwa menurut Imam alQusyairi
serta relevansinya terhadap pendidikan akhlak. Jenispenelitianini adalah library research atau penelitian kepustakaan. Data atau informasi dinalisis melalui sumber-sumber kepustakaan. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kualitatif. Hasil dari penelitian ini pertama konsep jiwa menurut Imam al-Qusyairi, menurutnya jiwa adalah bagian psikis dari diri manusia yang terdiri aspek nasiyah (nafsu, qalb, aql dan sir) dan aspek ruhiyah (roh). Kedua konsep penyucian jiwa (tazkiyatun nafs) menurut al-Qusyairi, yaitu melalui metode tahkalli (pengosongan diri dari sifat-sifat buruk) dan tahalli (mengisian diri dengan sifat mulia), dengan melalui tahapan-tahapan (maqamat), di antaranya yaitu taubat, mujahadah, khalwah dan uzlah. Kemudian menghiasi diri dengan sifat yang mulia seperti wara’, tawakal, sabar, ridha dan lain-lain. Ketiga adanya relevansi antara konsep tazkyatun nafs (penyucian jiwa) al-Qusyairi, yaitu konsep tersebut dapat menjadi metode aldternatif dalam proses pedidikan akhlak

Published
2017-12-01
Section
Articles