MENINGKATKAN MINAT BELAJAR PENDIDIKAN KELUARGAMELALUI MODEL PEMBELAJARAN OPERANT CONDITIONING MAHASISWA SMT II PLS KONSENTRASI BIMBINGAN KONSELING DAN PENDIDIKAN ANAK USIA DINI FKIP UIKA BOGOR (Classroom Action Research)
MENINGKATKAN MINAT BELAJAR PENDIDIKAN KELUARGAMELALUI MODEL PEMBELAJARAN OPERANT CONDITIONING MAHASISWA SMT II PLS KONSENTRASI BIMBINGAN KONSELING DAN PENDIDIKAN ANAK USIA DINI FKIP UIKA BOGOR (Classroom Action Research)
Abstract
Penelitian ini berjudul “Meningkatkan Minat Belajar Pendidikan Keluarga Melalui Model Pembelajaran Operant Conditioning. Penelitian Tindakan Kelas (Classroom Action Research) ini dilaksanakan di Smester II BK dan II PAUD FKIP UIKA Bogor yang berlokasi di jalan Khiayi Sholeh Iskandar Km.2 Bogor. Jumlah mahasiswa 40 orang, dengan latar belakang sosial yang heterogen. Agar pembelajaran pendidikan keluarga menjadi pembelajaran yang aktif, inovatif, komunikatif, efektif, bergembira dan berbobot. Salah satu cara yang cukup efektif dengan menggunakan Metoda Operant Conditioning, oleh karena itu perlu diadakan Penelitian Tindakan Kelas (Classroom Action Research) untuk membuktikan bahwa melalui penerapan Metoda Operant Conditioning dapat meningkatkan minat dan hasil belajar dalam pembelajaran pendidikan keluarga. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif untuk mendapatkan data dan analisisnya melalui kajian-kajian reflektif, partisipatif, dan kolaboratif. Pengembangan program didasarkan pada data-data dan informasi dari mahasiswa, dosen, kolaborator dan setting secara alamiah melalui tiga tahapan siklus penelitian tindakan kelas. Pada siklus pertama sebagian Mahasiswa belum terbiasa dengan kondisi belajar operant conditioning sehingga dilakukan tindakan dengan memberikan penjelasan kepada mahasiswa tentang prinsip-prinsip pembelajaran operant conditioning, selain itu dosen sebagai kolaborator juga belum maksimal dalam mengimplementasikan pembelajaran operant conditioning. dalam siklus kedua Mahasiswa dan Dosen sudah mulai memahami implementasi pembelajaran operant conditioning, dan menunjukan hasil yang cukup memuaskan. Hal ini dapat dilihat dari hasil observasi terhadap dosen dan mahasiswa mulai terbiasa menciptakan suasana perkuliahan yang mengarah pada pendekatan pelajaran operant conditioning. dari hasil observasi kegiatan dosen meningkat dari 61.36 meningkat pada siklus dua menjadi 79.5% dan 90.9% pada siklus ketiga begitu pula pada minat dan kegiatan mahasiswa meningkat dari 68.75% menjadi 78.6% pada siklus kedua dan menjadi 85.7% pada siklus ketiga. Dari pelaksanaan penelitian tindakan kelas siklus pertama, kedua, dan ketiga dapat disimpulkan bahwa pembelajaran operant conditioning dapat meningkatkan hasil belajar dan minat mahasiswa dalam perkuliahan pendidikan keluarga.

