https://pkm.uika-bogor.ac.id/index.php/PSBKI/issue/feedPROSIDING BIMBINGAN KONSELING2018-12-06T09:20:11+07:00Eska Prasetya, M.Pdlppm@uika-bogor.ac.idOpen Journal Systemshttps://pkm.uika-bogor.ac.id/index.php/PSBKI/article/view/1191 HUBUNGAN PERSPEKTIF SISWA TENTANG METODE DISKUSI DAN MINAT BELAJAR DENGAN PRESTASI BELAJAR PENDIDIKAN AGAMA ISLAM2018-08-02T12:52:14+07:00Abdul Hakimkahfi.permata@gmail.comH. Ibdalsyahibdalsyah@gmail-bogor.ac.idH. Hasbi Indrahasbi.indra@uika-bogor.ac.id<p>Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan data mengenai perspektif siswa tentang metode diskusi dan minat belajar dengan prestasi belajar pendidikan agama Islam di SMK Izzatul Islam. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan induktif. Yaitu pendekatan yang dilakukan melalui pengumpulan berbagai data lalu membuat kesimpulan.Teknik penelitian yang digunakan adalah tes dan angket. Sampel yang digunakan 60 siswa sebagai sampel penelitian dengan teknik proposional random sampling dari seluruh siswa kelas X, XI, XII Kecamatan Tajurhalang, Kabupaten Bogor.Hasil perhitungan analisis korelasi ganda menunjukan adanya hubungan positif antara metode diskusi dan minat belajar dengan prestasi belajar pendidikan agama Islam. dengan koefesien korelasi R = 0,995 berarti hubungan variabel X1 dan X2 secara bersama- sama dengan variabel Y mendapatkan hasil yang sangat baik atau kuat sekali dapat diandalkan. Dengan koefisien determinasi sebesar 99,0% menunjukkan bahwa besarnya kontribusi metode diskusi (X1) dan minat belajar (X2) secara bersama- sama terhadap prestasi belajar pendidikan agama Islam.(Y) adalah sebesar 99,0%, Hal ini bisa disimpulkan bahwa saat peserta didik mengikuti belajar dengan metode diskusi yang<br>disertai minat belajar yang baik maka akan mempunyai prestasi belajar pendidikan agama Islam yang baik pula. NilaiSig = 0.000 dan Fhitung = 2910,398 sedangkan Ftabel= 3,15. Fhitung>Ftabel, maka Ho ditolak yang berarti bahwa koefisien regresitersebut signifikan. Dengan kata lain bahwa terdapat hubungan yang signifikan variabel bebas metode diskusi (X1) dan minat belajar (X2) secara bersama-sama dengan presta si belajar pendidikan agama Islam (Y).</p>2018-08-02T12:52:13+07:00Copyright (c) 2018 PROSIDING BIMBINGAN KONSELINGhttps://pkm.uika-bogor.ac.id/index.php/PSBKI/article/view/1202 KONSEP TELADAN GURU MEMBENTUK AKHLAQ SISWA MENURUT IMAM GHOZALI DALAM KITAB IHYA ‘ULUMUDDIN2018-08-02T12:55:55+07:00Agan Suhayatagan_suhayat@yahoo.comDidin Saefudin Buhorididin.saepuddin@yahoo.comIbdalsyah .ibdalsyah@uika-bogor.ac.id<p>Pendidik adalah faktor paling penting dalam sebuah proses kegiatan belajar mengajar. Sebaik apapun metode dan kurikulum yang digunakan, tanpa keterampilan guru mendidik mustahil tujuan pendidikan akan tercapai. Karenanya, guru harus bisa memberikan keteladanan yang baik kepada murid-murid. Tujuan dari penelitian yang saya lakukan ini adalah untuk dapat mengetahui konsep yang dikemukakan Imam Ghozali dalam kitabnya Ihya Ulumiddin tentang bagaiman teladan guru berpengaruh pada akhlaq murid. Pendekatan yang dipakai dalam penelitian ini adalah library research. Untuk jenis penelitiannya adalah studi pustaka terhadap satu buku inti yaitu kitab Ihya Ulumiddin dan buku lain yang dianggap menjadi penunjang dalam penelitian ini. Hasilnya ditemukan adalah satu konsep tentang sikap teladan yang mestinya dimiliki oleh para guru dalam rangka melaksanakan pendidikan bimbingan akhlak pada siswa atau murid-muridnya. Yakni bahwa pada diri seorang guru harus ada rasa kasih sayang terhadap anak didiknya, zuhud atau tidak semata-mata bertujuan kepada harta, selalu menasihati kepada siswa, bisa mencegah perbuatan tercela, menghormati disiplin ilmu bukan yang dia ampu, memahami kemampuan murid dan menjadilah dia teladan bagi setiap muridnya</p>2018-08-02T00:00:00+07:00Copyright (c) https://pkm.uika-bogor.ac.id/index.php/PSBKI/article/view/1213 KONSEP MANAJEMEN MUTU TERPADU DAN IMPLEMENTASINYA PADA PESANTREN DARUL MUTTAQIEN BOGOR2018-08-02T14:53:22+07:00Achyar Subachtiarbachtiar_darrell@yahoo.co.idDidin Saefuddindidin.saefuddin@uika-bogor.ac.idUlil Amri Sayfriulilamri.syafri@uika-bogor.ac.id<p>Dunia pendidikan dihadapkan pada tantangan dampak dari globalisasi. Dampak tersebut<br>dirasakan nyata dengan adanya industrialisasi pendidikan. Proses globalisasi begitu intens;<br>mempengaruhi dunia pendidikan yang secara langsung tidak dibarengi oleh kemampuan<br>manajerial pengelolaan sebuah lembaga pendidikan, khususnya lembaga yang menanamkan<br>nilai-nilai ilahiyyah yaitu Pesantren. Realitasnya tidak sedikit lembaga pesantren yang<br>kemudian terpasung dengan tradisi-tradisi lama yang anti terhadap perkembangan zaman.<br>Image lembaga tersebut sering dikategorikan sebagai lembaga tradisional, sarana prasarana<br>yang kurang memadai, tenaga pendidik yang kurang optimal, jaringan networking yang belum<br>terbentuk, pengelolaan pesantren jauh dari standar, sampai polemik internal yang sering terjadi<br>dalam lembaga tersebut; menjadikan setiap lembaga yang bergerak dalam pembinaan manusia<br>mampu meningkatkan kualitas perbaikan yang berpijak pada konsep manajemen terpadu yang<br>berkualitas adalahmerupakan bagian dari usaha menjawab tantangan tersebut. Tolak ukur dari<br>keberhasilan sebuah konsep diukur seberapa jauh implementasi konsep tersebut secara<br>maksimal. Karenanya penelitian ini dilakukan bertujuan untuk mengetahui bagaimana konsep<br>Manajemen mutuTerpadu dan implementasinya, pada Pesantren Darul Muttaqien Bogor. Jenis<br>penelitian deskriptif kualitatif; menjawab dua variabel Konsep Manajemen terpadu dan<br>Implementasinya dalam Pendidikan Islam. Metode pengambilan data menggunakan proses<br>observasi, wawancara, studi doumentasi dan triangulasi dengan melibatkan pengurus<br>pesantren. Hasil penelitian menunjukan bahwa Darul Muttaqien telah mengimplementasikan<br>konsep Manajemen Terpadu dalam Pendidikan Islam. Konsep Manajemen Terpadu dijadikan<br>sebagai landasan teoritis acuan pemahaman seluruh pengurus Pondok Darul Muttaqien.<br>Implementasi Konsep meliputi; konsep Nilai-nilai qurani,konsep sistem manajemen, konsep<br>mutu SDM, dan konsep kesamaaan Paradigma. Implementasi manajemen terpadu Darul<br>Muttaqien dapat dilihat melalui adanya revitalisasi sistemik dengan menyusun model<br>manajemen terpadu melalui proses Strategi Restrukturisasi, Program Kaderisasi, peningkatan<br>Mutu SDM, Profesionalisme sistem manajemen Keuangan, Penguatan Networking, Sinergitas<br>Organisasi, Budaya Mutu Kerja dan Job Fokus Kinerja.</p>2018-08-02T00:00:00+07:00Copyright (c) https://pkm.uika-bogor.ac.id/index.php/PSBKI/article/view/1224 IMPLEMENTASI BIMBINGAN DAN KONSELING DALAM MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN PAI2018-08-02T15:02:51+07:00Ali NugrahaNugrahaali09@gmail.comHasbi Indrahasbi.indra@uika-bogor.ac.idImas Kania Rahmanimas.kania@uika-bogor.ac.id<p>Bimbingan dan konseling di sekolah atau madrasah sangat diperlukan para siswa, karena biasanya ada siswa-siswi yang mengalami masalah dalam hidupnya perlu motivasi dalam menyelesaikan masalah melalui bimbingan dan konseling, karena kendatipun pembelajaran dan lingkungan di sekolah atau madrasah sangat mendukung terhadap tumbuh kembang berpikir serta kematangan mental peserta didik, seringkali permasalahan peserta didik berasal dari luar tembok sekolah, baik itu dari teman sejawat di lingkungan rumah, keluarga ataupun sebab lainnya, termasuk dari peserta didik itu sendiri yang memang mempunyai masalah terhadap dirinya, seperti kurangnya motivasi belajar pada mata pelajaran PAI. Karena anak yang memiliki kematangan kepribadian belum tentu unggul dalam prestasi akademiknya, oleh sebab itu, maka disini perlu dilakukan BK untuk memotivasi peserta didik yang merasakan kurangnya motivasi belajar. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tentang bimbingan dan konseling dalam rangka meningkatkan motivasi belajar siswa. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan sumbang saran dan pemikiran tentang perlunya peranan pelayanan bimbingan dan konseling dalam meningkatkan motivasi belajar siswa yang selama ini sudah dijalankan.</p>2018-08-02T00:00:00+07:00Copyright (c) https://pkm.uika-bogor.ac.id/index.php/PSBKI/article/view/1235 IMPLEMENTASI PENDIDIKAN KARAKTER BERBASIS TAHFIDZ AL-QUR’AN2018-08-02T15:17:25+07:00Deddi Effendid3frin@gmail.comNirwan Syafrinnirwansyafrin@gmail.comUlil Amri Syafriulilamri.syafri@uika-bogor.ac.id<p>Pendidikan, yang diharapkan bisa menjadi tombak kemajuan suatu bangsa, ternyata belum sepenuhnya bisa terealisasi dengan baik. Prestasi akademik pelajar semakin merosot, bakat individu tidak tersalurkan, dan moralitas yang semakin hari, semakin memprihatinkan adalah sebagian produk gagal yang dihasilkan oleh sistem pendidikan saat ini, oleh sebab itu, perlunya revitalisasi konsep dan teori pendidikan karakter Islami menjadi suatu kewajiban yang harus segera dituntaskan, agar seluruh teori yang terdapat dalam pendidikan karakter murni berasal dari ajaran Islam, salah satunya dengan menggunakan konsep pendidikan karakter berbasis tahfidz al-Qur’an. Metode penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan dan bersifat deskriptif. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk menyajikan beberapa temuan tentang implementasi pendidikan karakter berbasis tahfidz al-Qur’an. Penelitian ini mentitikberatkan pada integerasi tahfidz al-Qur’an dalam membentuk karakter religius, jujur, toleransi, disiplin, sabar, kerja keras, kreatif, mandiri, demokratis, rasa ingin tahu, semangat<br>kebangsaan, cinta tanah air, menghargai prestasi, bersahabat, cinta damai, gemar membaca,<br>peduli lingkungan dan peduli social.</p>2018-08-02T00:00:00+07:00Copyright (c) https://pkm.uika-bogor.ac.id/index.php/PSBKI/article/view/1246 ANALISIS KRITIS PENDEKATAN FAMILY THERAPY DALAM HARMONISASI SUAMI ISTRI DALAM BIMBINGAN KONSELING ISLAM2018-08-03T08:17:30+07:00Endang Widiarsihendangwidiarsih70@gmail.comAkhmad Alimalim@uika.bogor.ac.idImas Kania Rahmanimaskaniarahman@uika.bogor.ac.id<p>Konsep dalam pengarahan dan bantuan Pada artikel penelitian ini berkisar tentang kerumahtanggaan yang mengangkat tentang keharmonisan suami istri, Pendekatan terapi keluarga sebagai cara menjembatani permasalahan atau problem dalam keluarga, keharmonisan suami istri berdasarkan kepada kesiapan dua insan tersebut ( yaitu suami dan istri) untuk dapat bertahan dalam pernikahannya kehadiran islamisasi terapi keluarga memperhatikan aspek, aspek spiritual dalam penyampaian konsep-konsep yang Islami, antara lain aspek jasadiyah, ruhiyah dan fikriah memadu menjadi satu kesatuan, hal ini<br>merupakan solusi dari permasalahan yang dapat diselesaikan dan sebuah penyadaran kepada<br>konseli (suami istri) agar dapat mengambil strategi dan langkah yang terarah dan benar.Pada pendekatan family therapy memunculkan keteraturan dalam bersikap dan berinteraksi dalam hubungan terkait antara pasangan suami istri secara terbuka dan terangan-terangan agar tercipta tujuan yang diinginkan. Dan pada bimbingan konseling Islam lebih memaknai akan hakekat pernikahan,, untuk siapa dan kepada siapa seseorang melaksanakan salah satu anjuran dalam ibadah ini.Pemahaman akan konsep pernikahan, antara lain tujuan, fungsi, kewajiban dan manfaat dari lembaga pernikahan antar suami istri, dan kemampuan menyelesaikan permasalahan-permasalahan dalam kemelut rumah tangganya.dengan bersandar kepada Al- Qur’an dan sunah Rasul.</p>2018-08-02T00:00:00+07:00Copyright (c) https://pkm.uika-bogor.ac.id/index.php/PSBKI/article/view/1257 KURIKULUM ISLAMI PAUD MELALUI PENDEKATAN AL-QABISI2018-08-03T08:37:50+07:00Fina Septia Fajrifinaseptia03@gmail.comRuhenda .ruhenda@uika-bogor.ac.idImas Kania Rahmanimaskaniarahman@uika-bogor.ac.id<p>PAUD yang belakangan ini mulai semarak digalakkan di mana-mana sebenarnya merupakan pendidikan postnatal yang sudah di kenalkan dalam ajaran Islam. Kurikulum yaitu rancangan pendidikan yang mempunyai kedudukan yang cukup strategis dalam seluruh kegiatan belajar mengajar, yang juga<br>menentukan proses dan pelaksanaan serta hasil pendidikan. Karena begitu pentingnya peran kurikulum dalam proses belajar mengajar dan dalam perkembangan pendidikan serta kehidupan peserta didik maka pengembangan kurikulum harus dilaksanakan secara terencana dan tidak sembarangan. Oleh sebab itu<br>harus ada suatu pemikiran islami untuk mengembangkan kurikulum agar pendidikan yang ada tidak asal-asalan. Dalam penelitian ini, peneliti berusaha mengunakan pendekatan kurikulum Al Qabisi yang merupakan tokoh ahli hadist dan seorang pemerhati pendidikan yang hidup pada masanya Pada prinsipnya pengembangan kurikulum pendidikan Islam tidak hanya berhenti dalam tekstual normatif saja, perlu pengkajian yang mendalam dari berbagai aspek, baik sosiologis, geografis, maupun falsafah bangsa itu sendiri. Sangat tidak mungkin menetapkan kurikulum pendidikan atau metode mengajar dan tujuan pendidikan berdasarkan satu aspek saja. Pendidikan yang maju dalam perspektif al - Qabisi<br>tercermin dari terwujudnya lingkungan keagamaan di berbagai disetiap lingkungan tempat tinggal kekuasaan Islam ketika itu. Pada prinsipnya beliau menetapkan konsep pendidikan yang menjadi pedoman di masanya.</p>2018-08-02T00:00:00+07:00Copyright (c) https://pkm.uika-bogor.ac.id/index.php/PSBKI/article/view/1268 MODEL BIMBINGAN KONSELING KORBAN SODOMI BERANTAI PADA ANAK DALAM PERSPEKTIF ISLAM DI LEMBAGA PRATISTA2018-08-03T08:33:10+07:00Haniva Hasnahaniva26@gmail.com<p>Anak dalam merupakan amanah yang harus dididik, dirawat dan dijaga. Dalam masa tumbuh kembangnya secara fisik dan mental, anak membutuhkan perawatan, perlindungan khusus serta perlindungan hukum dari dalam kandungan hingga lahir. Pada nyetaannya, anak yang seharusnya dilindungi justru menjadi pelaku kejahatan atau lebih tepatnya berperilaku delinquen. Mereka melakukan kejahatan seksualtidak hanya melakukan kenakalan seperti membolo, merokok, mencuri. Lebih hebat lagi kejahatan yang dilakukan oleh anak anak yaitu melakukan kejahatan seksual. Korbannya tidak hanya anak perempuan, namun anak laki lakipun saat ini menjadi sasaran kejahatan seksual. Sodomi adalah perilaku seksual sesama jenis melalui anus. Tujuan dilakukan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana model enanganan korban sodomi berantai pada anak sesuai dengan cara cara atau pandangan islami. Serta mengetahui faktor apa sajakah yang menjadi pendukung dan penghambat dalam memberikan bantuan bimbingan konseling terhadap korban sodomi berantai.Penelitian ini bersifat deskriptif analisis dengan pendekatan kualitatif. Bertujuan untuk mengungkap serta menggambarkan secara faktual mengenai model bimbingan konseling bagi korban sodomi berantai pada anak di Lembaga Pratista. Data yang digunakan adalah hasil dari observasi dan wawancara mendalam. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa model bimbingan konseling Islami yang digunakan oleh Lembaga Pratista dalam menangani korban sodomi berantai adalah model layanan tatap muka langsung dengan metode pendekatan direktif. Model penanganan anak sebagai korban sodomi berantai dalam perspektif islam ini dilakukan dengan<br>wawancara serta bercerita, dimana dengan bercerita membuat korban lebih mudah memerima<br>masukan dari pembimbing berupa materi materi islami yang dapat membantu pemulihan trauma klien. Cerita yang disampaikan berupa kehidupan nabi dan rosul, sahabat serta ulama. Harapannya, klien dapat lebih tawakal, bersyukur, sabar serta kembali normal seperti fitrahnya. Edukasi yang lain adalah dengan membentuk Fokus Grup untuk memberikan edukasi secara berkelompok kepada klien. Faktor penghambat bimbingan dalam penelitian ini adalah kurangnya motivasi dari lingkungan terdekat klien yaitu orang tua, faktor emosi korban yang tidak stabil serta keterangan klien yang membingungkan dan tidak tidak konsisten. Faktor pendukungnya adalah keterampilan konselor dalam melakukan pendekatan kepada klien, serta adanya media pendukung yang memudahkan bimbingan.</p>2018-08-02T00:00:00+07:00Copyright (c) https://pkm.uika-bogor.ac.id/index.php/PSBKI/article/view/1289 PENDIDIKAN AL-INTISAB DALAM PANDANGAN SYAIKH MAHMOUD ABU AL-FAIDL AL-MANUFI2018-08-03T08:35:36+07:00Ihsan IbadurrahmanIbadurrahmanihsan7@gmail.com<p>Al-Manufi mempertahankan “tasawuf” sebagai sentral (core) dalam mengintegrasikan filsafat, diniah, dan ilmiah, maka tasawuf al-Manufi masih relevan dalam mempertahankan nilai-nilai ajaran Islam yang murni, yang dapat mengkanter pemikiran sektarian dan eksklusif, bahkan tasawufnya dapat dipromosikan menjadi landasan filosofis terhadap pendidikan Islam. Doktrin al-Intisab sebelum dimodifikasi oleh organisasi PUI, aslinya ialah sebagaimana tercantum dalam kitab al-Washiyah al-Dzhabiyah pada “Identitas Jum’iyah” ( الجمعية شعار ) terdiri dari kalimat : “Allahu ghaayatuna, wa al-ikhlashu mabda’unaa, wa al-ishlahu sabiilunaa wa al- mahabbatu syi’arunaa. Nu’ahhidullaha ‘ala al-shidqi wa al-ikhlaashi wa al-yaqiini wa al- tawakkul dan kalimat al-Intisab digunakan untuk berbai’at di hadapan mursyid dengan doktrin “al-Intisab” dalam tharekatnya</p>2018-08-02T00:00:00+07:00Copyright (c) https://pkm.uika-bogor.ac.id/index.php/PSBKI/article/view/12910 STUDI PROGRAM PEMBELAJARAN KEISLAMAN, ALAM DAN SAINS PADA SEKOLAH AL JANNAH CIBUBUR JAKARTA TIMUR2018-08-03T08:49:28+07:00Jarkasih .arkasihmamur1983@gmail.comHasbi Indrahasbi.indra@uika-bogor.ac.idIbdalsyah .ibdalsyah@uika-bogor.ac.id<p>Integrasi yang efektif antara Islam Alam dan Sains sangat dibutuhkan dalam pendidikan Islam.khususnya untuk pendidikan dasar dalam hal ini sekolah dasar. Islam sebagai agama yang menjadi landasan segala macam aspek pendidikan harus terpatri dalam sanubari setiap lulusan lembaga pendidikan Islam baik melaui alam maupun Sains dan tekhnologi. Sekolah Dasar Islam Al Jannah mencoba memadukan pendidikan Islam Alam dan Sains dalam satu model pembelajaran sehingga melalui alam dia akan cinta Islam juga melaui sains dia akan cinta Islam. Sehingga kelak lulusannya akan menjadikan alam dan sains sebagai wadah untuk mendekatkan diri kepada sang khalik.baik sebagai pengguna alam dan sains ataupun sebagai fasilitator Alam dan sains. Dalam penelitian ini penulis menggunakan penelitian kualitatif dengan menggambarkan Sekolah Dasar Al Jannah yang menggunakan konsep dan model pembelajaran yang memadukan Islam Alam dan Sains. Konsep dan model ini juga padukan dengan lesson plan yang epektif dan menyenangkan siswa.</p>2018-08-02T00:00:00+07:00Copyright (c) https://pkm.uika-bogor.ac.id/index.php/PSBKI/article/view/13011 BIMBINGAN DAN KONSELINGUNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN MOTORIK ANAK USIA DINI2018-08-03T08:56:37+07:00Kumala Saripatutkumala@gmail.comImas Kania RahmanImas.kania@uika-bogor.ac.idSanti Lisnawatisantilisnawati@fai.uika-bogor.ac.id<p>Penelitian ini bertujuan menghasilkan program bimbingan dan konseling yang akan dapat digunakan oleh orang tua, dan pembimbing atau guru dalam meningkatkan keterampilan motorik anak. Adapun penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, dengan jenis pendekatan library research (studi kepustakaan), Sedangkan sumber data yang ada dalam penelitian ini adalah data primer. Teknik pengumpulan datanya dengan menggunakan dokumentasi. Adapun teknik analisis datanya dengan cara mengelompokkan data pada sebuah kategori, dan menjelaskan ke dalam bagian-bagian, melakukan uji hasil, serta membuat sebuah pola dengan memilah milih yang penting sehingga ditariklah sebuah kesimpulan. Sedangkan hasil penelitian adalah: Pertama, bahwa bimbingan dan konseling untuk anak usia dini adalah layanan bantuan yang dijalankan oleh pendidik (guru atau pendamping) kepada anak usia dini dalam mengembangkan perkembangan anak agar dapat berkembang sesuai potensinya serta<br>memiliki kemampuan mengatasi permasalahan yang dihadapinya. Kedua, konsep dalam<br>pengembangan motorik anak usia dini ialah suatu proses kegiatan yang mendorong anak usia dini untuk bersikap mandiri dan berdikari. Ketiga, layanan bimbingan dan konseling yang focus pada kebutuhan setiap anak. Setiap layanan kegiatan pengembangan disesuaikan dengan dunia anak.</p>2018-08-02T00:00:00+07:00Copyright (c) https://pkm.uika-bogor.ac.id/index.php/PSBKI/article/view/13112 PENDIDIKAN AKHLAK UNTUK ANAK USIA DINI2018-08-03T10:01:29+07:00Lailatul Mufarohahlailatulmufarrohah06@gmail.comEndin Mujahidinendin.mujahidin@uika-bogor.ac.idAkhmad Alimalim@uika-bogor.ac.id<p>Pendidikan Akhlak merupakan pondasi dalam menumbuhkan generasi yang berdaya guna. Pendidikan akhlak harus sudah ditanamkan sejak usia dini, karena pada masa ini anak memiliki kemampuan lebih besar untuk mampu menyerap stimulus yang diberikan. Guru seyogyanya mampu memilih strategi ideal yang digunakan agar dapat mensukseskan<br>pendidikan akhlak, Selain itu perlu juga memperhatikan langkah-langkah yang harus ditempuh untuk mengoptimalkan pelaksanaan pendidikan akhlak tersebut. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian Library Reseach, dengan mengunakan analisa rasionalistik, hasil dari penelitian ini menyatakan bahwa tujuan pendidikan karakter islami (akhlak) adalah untuk membentuk insan kamil, pendidikan akhlak untuk anak usia dini harus menanakan nilai-nilai karakter diantaranya cinta Allah dan kebenaran, disiplin, baik, tanggung jawab dan mandiri, amanah, Hormat dan santun, peduli, kasih sayang, dan kerjasama, percaya diri, kreatif, dan pantang menyerah, berjiwa kepemimpinan, adil, rendah hati, cinta damai dan toleran. strategi pembelajaran yang dapat digunakan dalam pembelajaran akhlak yaitu Inkulkasi Nilai, strategi pembinaan, keteladanan, pengembangan keterampilan akademik dan<br>sosial, dan strategi fasilitasi. Langkah penerapan pendidikan akhlak diawali tahap perencanaan, tahap pelaksanaan, dan tahap penilaian.</p>2018-03-06T00:00:00+07:00Copyright (c) https://pkm.uika-bogor.ac.id/index.php/PSBKI/article/view/13213 KONSEP PENDIDIKAN KEIMANAN MENURUT ABDULLAH NASHIH ULWAN BAGI ANAK USIA DINI2018-08-03T10:07:49+07:00Lina Najwatur Rusydirasyatsaurah@gmail.comImas Kania Rahmanimas.kania@uika-bogor.ac.idE. Bahruddinbahruddin@uika-bogor.ac.id<p>Keimanan merupakan perkara asasi bagi seorang Muslim. Iman menjadi pembeda dengan kekufuran. Kualitas keimanan juga menentukan kualitas amal perbuatan seseorang. Penelitian ini bertujuan mengkaji urgensi pendidikan keimanan bagi anak usia dini dan mengkaji konsep pendidikan keimanan bagi anak usia dini. Penelitian ini dilakukan berbasis analisa pustaka (library research) dengan sumber utama yaitu kitab karya Abdullah Nashih Ulwan yang berjudul ‘Mendidik Anak dalam Islam’ (Tarbiyatul Aulad fil Islam). Adapun data sekunder berupa buku-buku, artikel, jurna l, dan dokumen lain yang berkaitan dengan topik penelitian. Peneliti menganalisa data melalui tiga tahapan. Pertama, mereduksi data. Kedua, menyajikan data dalam bentuk laporan tertulis. Ketiga, menarik kesimpulan. Dari hasil penelitian diperoleh kesimpulan bahwa pendidikan keimanan bagi anak usia dini memegang peranan yang vital dan krusial bagi pembentukan generasi Muslim yang berkualitas. Selanjutnya, konsep pendidikan keimanan bagi anak usia dini menurut Abdullah Nashih Ulwan, terangkum dalam lima poin. Pertama, tidak membebani anak dengan pengajaran dan pelaksanaan syariat. Syariat bagi anak usia dini hanya sebatas informasi awal (ma’lumat tsabiqoh). Boleh membiasakan anak dengan<br>pelaksanaan syariat namun dengan cara yang lembut dan tidak memaksa. Kedua, menanamkan keimanan dengan merangsang pemikiran dan selalu menggunakan argumentasi logis dalam menjawab pertanyaan atau membuat pernyataan. Ketiga, menjadikan benda, peristiwa, dan alam sekitar sebagai media untuk merangsang pemikiran anak. Selalu mengaitkan benda, peristiwa, dan alam dengan keimanan. Keempat, menekankan pentingnya keteladanan, kesabaran, dan ketekunan. Terakhir atau kelima, pendidikan keimanan dinilai berhasil apabila anak selalu ingat Allah dalam perbuatan, perasaan, dan pemikirannya. Dengan demikian, target<br>pendidikan keimanan mencakup target aqliyah dan target nafsiyah</p>2018-03-06T00:00:00+07:00Copyright (c) https://pkm.uika-bogor.ac.id/index.php/PSBKI/article/view/13314 PENDIDIKAN SPIRITUAL QUOTIENT ISLAMI DAN RELEVANSINYA DENGAN TUJUAN PENDIDIKAN NASIONAL2018-08-03T10:13:33+07:00Lodiono Ansori Azizlodiono.ansori76@gmail.comHasbi Indrahasbiindra58@gmail.comAbdul Hayyie Al-Kattanialkattani@gmail.com<p>Peserta didik sebagai generasi penerus perjuangan bangsa yang hidup pada masa globalisasi pada saat ini, semakin menghadapi persoalan yang rumit dan kompleks. Kondisi ini merupakan sebuah kondisi tidak terjadinya integrasi antara hati dan otak. Berbagai persoalan moral pada masa sekarang adalah buah dari merosotnya spiritual yang terdapat dalam diri seseorang. Dengan persoalan tersebut perlu kiranya menyembuhkan kemerosotan spiritual seseorang dengan memberikan pendidikan yang akan meningkatkan kecerdasan spiritual siswa. Kecerdasan spiritual adalah kecerdasan jiwa. Kecerdasan yang dapat menolong diri seseorang untuk menyehatkan dan membangun dirinya secara utuh. Untuk itu penelitian yang dilakukan bertujuan untuk dapat mengetahui relevansi antara pendidikan spiritual quotient dengan tujuan<br>Pendidikan Nasional. Metode penelitian yang dipakai ialah penelitian deskripsi kualitatif yaitu kajian pustaka. Hasil penelitian ini menunjukkannya pendidikan spiritual quotient Islami sangat berkorelasi dengan tujuan Pendidikan Nasional yaitu untuk mengembangkan potensi siswa supaya menjadi insan yang taat dan patuh kepada Allah جل جلاله, memiliki akhlak mulia, sehat, memiliki ilmu pengetahuan, cakap, kreatif, mandiri, menjadi warga negara berdemokrasi dan penuh tanggung jawab.</p>2018-03-06T00:00:00+07:00Copyright (c) https://pkm.uika-bogor.ac.id/index.php/PSBKI/article/view/13415 PERANAN LINGKUNGAN BELAJAR DAN PERATURAN PESANTREN TERHADAP MUTU PENDIDIKAN (STUDI ANALISIS DI PONDOK PESANTREN BAITUSSALAM BOGOR)2018-08-03T10:21:13+07:00Jamal .jamalpascauika@gmail.comH. Ibdalsyahibdalsyah@gmail-bogor.ac.idH. Hasbi Indrahasbi.indra@uika-bogor.ac.id<p>Sebagai bagian dari masyarakat, pesantren dengan komponen utamanya yaitu kiai, santri, masjid, pondok, dan kitab kuning sudah menjadi sub-kultur yang diakui eksistensinya. Oleh karena itu, meskipun adanya kemajuan dan globalisasi, pesantren masih tetap bertahan. Selain itu, pondok pesantren adalah lembaga pendidikan formal berbasis agamis dengan peserta didik atau santri yang memiliki latar belakang pola asuh yang beragam dari keluarga dan masyarakatnya. Di pondok pesantren santri dihadapkan pula pada sejumlah tata tertib yang wajib untuk dipatuhi dan berbeda dengan sekolah pada umumnya serta tuntutan mutu pendidikan yang juga harus dipenuhi. Peraturan yang berada di dalamnya mencakup tata tertib terkait kegiatan pendidikan maupun tata tertib yang mengatur kegiatan sehari- hari dalam<br>kehidupan pesantren. Penelitian ini melibatkan pimpinan pesantren, kepala sekolah, dewan guru, santri, dan orangtua yang memegang peran penting dan merasakan manfaat dari lingkungan belajar dan peraturan pesantren terhadap mutu pendidikan di pondok pesantren<br>Baitussalam Bogor. Pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi dan dokumentasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimanakah lingkungan belajar dan peraturan pesantren berperan terhadap mutu pendidikan di Pesantren Baitussalam dengan menggunakan penelitian kualitatif serta pendekatan induktif yaitu dengan cara mengumpulkan berbagai data lalu membuat kesimpulan.</p>2018-03-06T00:00:00+07:00Copyright (c) https://pkm.uika-bogor.ac.id/index.php/PSBKI/article/view/13516 MANAJEMEN MUTU TERPADU DALAM PERSPEKTIF PENDIDIKAN ISLAM2018-08-03T10:27:10+07:00Mahmudin .mahmudin.adlin@gmail.comHasbi Indrahasbi.indra@uika-bogor.ac.idWido Suprahawido.supraha@uika-bogor.ac.id<p>Sebagaimana organisasi industri, organisasi jejaring sekolah terpadu dengan nama JSIT nya, memiliki “costemers” atau pelanggan dari hasil didik. Adapun costemers tersebut merupakan internal pelanggan tersebut, yaitu pemakai dan pengguna dalam rangkaian pelaksanaan hasil, dan eksternal pelanggan , yaitu pemakai hasil akhir atau produk lulusan dari proses yang terjadi. Pada institusi pendidikan atau sekolah Islam bisa dikelompokan menjadi institusi produksi yang terhormat “noble Industry”karena mengemban misi ganda, yaitu profit sekaligus sosial. . Misi profit yaitu, guna mendapatkan laba, ini bisa dikatakan memiliki tujuan untuk meneruskan estafet dan memasukan nilai-nilai tertinggi. Orientasi berikutnya adalah akan dapat diperoleh secara tertinggi jika institusi pendidikan berbasis keislaman tersebut mendapatkan sumber pokok human capital dan social capital yang mencukupi dan memiliki status yang berdaya guna dan tepat guna yang tinggi pula. Sistem manajemen terpadu pendidikan dalam sekolah Islam terpadu merupakan kegiatan yang berkesinambungan, sistematis, dan integratif. Kegiatan proses itu diawali dari perencanaan, strukturisasi, pergerakan, sampai kepada mutaabaah atau evaluasi yang seluruhnya senantiasa dilandasi dengan hasanah Islam, untuk manajemen demikian dapat secara langsung memiliki kode etik secara material dan spiritual. Manjemen mutu dalam Islam salah satu perwujudan dari nilai- nilai kebaikan dalam Islam, yaitu perbuatan mulia untuk seluruh urusan diakibatkan Allah sudah mengirimkan hal-hal yang terbagus untuk makhluknya dengan beragam kenikmatan yang diberikannya dan diharamkan melakukan kerusakan dalam bentuk apapun. Seorang manajer atau top leader disekolah Islam wajib berikhtiar secara sungguh-sungguh dan istiqomah terhadap upaya-upaya dan bukti nyata yang berkualitas atau yang terbaik, sejalan dengan nilai- nilai ihsan yang ada</p>2018-03-06T00:00:00+07:00Copyright (c) https://pkm.uika-bogor.ac.id/index.php/PSBKI/article/view/13717 MANAJEMEN KEPALA SEKOLAH DALAM PENGEMBANGAN BUDAYA ISLAMI DI SMP ISLAM2018-08-03T10:33:58+07:00Marhali .marhaliamar@gmail.comAbas Mansur Tamamabas.mansur@uika-bogor.ac.idBudi Handriantobudi.handrianto@uika-bogor.ac.id<p>Adanya budaya islam di tengah-tengah kehidupan sekolah atau pendidikan itu sangat penting untuk membentuk sikap dan sifat peserta didik secara tidak langsung. Seorang kepala sekolah menjadi tolok ukur dalam menuju kualitas dan kemajuan lembaga pendidikan. apalagi dalam peningkatan budaya islam sangat relevan dan maksimal untuk pengembangan budaya yang bersifat islami di sekolah. Artikel ini adalah tentang karakteristik budaya islami, bagaimana seorang pimpinan sekolah bisa membentuk dan mengembangkan budaya yang bersifat islami di sekolahnya tersebut dan mendapat dukungan penuh dari warga sekitar sekolah dalam menjadikan budaya islam sebagai budaya utama. Proses manajemen mengikuti langkah- langkah POAC (planning, organizing, actuating and controlling). Kebudayaan yang Islami di sekolah Islam dapat mengenalkan dan mencetak syariat agama Islam sehingga pada proses perkembangan anak didik nantinya senantiasa berpegang teguh terhadap nilai- nilai syariat agama Islam dan dapat mencetak akhlaqul karimah peserta didik, selain itu dapat mewujudkan nilai-nilai ajaran agama islam sebagai suatu sikap dan prilaku yang sudah menjadi rutinitas diterapkan di lembaga pendidikan Islam. Budaya islami di sekolah itu adalah suatu kondisi lingkungan sekolah yang istiqomah atau kontinyu melakukan nilai-nilai islami baik dalam tutur kata, sikap dan kegiatan warga sekolah. Peran Kepala sekolah sangatlah diperlukan dalam membawa keberhasilan lembaga pendidikan yang berbudaya islami, terutama dalam membangun kultur sekolah yang kondusif untuk pengembangan berbudaya islami di sekolah. Seorang kepala sekolah yang mampu membentuk sekolahnya memiliki culture atau budaya yang islami tentu akan menciptakan ruh sekolah yang islami pula. Kepala sekolah yang mampu mengembangkan budaya yang islami di sekolah ; yakni dengan menerapkan strategi yang dimilikinya untuk mengembangkan budaya yang islami di sekolah, sehingga dapat dikatakan kepala sekolah demikian telah berhasil untuk menjadi kepala sekolah yang berkualitas.</p>2018-03-06T00:00:00+07:00Copyright (c) https://pkm.uika-bogor.ac.id/index.php/PSBKI/article/view/13818 KONSEP PENDIDIKAN KARAKTER DAN AKHLAK SYED MUHAMMAD NAQUIB AL-ATTAS2018-08-03T10:38:37+07:00Merri Yulia Mmerriyulia12@gmail.comEndin Mujahidinendin.mujahidin@uika-bogor.ac.idAkhmad Alimalim@uika-bogor.ac.id<p>Tujuan pendidikan Nasional adalah membentuk generasi yang memiliki karakter yang baik dan berakhlak mulia. Tujuan dari penelitian yang dilakukan adalah untuk mengkaji konsep pendidikan karakter dan akhlak Syed Muhammad Naquib Al-Attas sebagai tokoh pendidikan di zaman Islam kontemporer. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan. Pendidikan karakter dan pendidikan akhlak sama-sama membentuk pribadi manusia yang baik, tetapi dalam pendidikan akhlak lebih mengutamakan Iman manusia. Syed M. Naquib Al-attas menggunakan konsep ta’dib yaitu menanamkan adab yang baik untuk membentuk kepribadian yang terpuji pada manusia melingkupi kebiasaan, tabiat dan perilaku.</p>2018-03-06T00:00:00+07:00Copyright (c) https://pkm.uika-bogor.ac.id/index.php/PSBKI/article/view/13919 REGULASI DIRI UNTUK MENGGAPAI PRESTASI AKADEMIK SISWA2018-08-04T08:28:51+07:00Muhammad Thohirudinthohir23.udin@gmail.comHerawati .herawati@uika-bogor.ac.idSanti Lisnawatisantilisnawati@fai.uika-bogor.ac.id<p>Regulasi diri adalah komitmen seseorang individu untuk menggapai potensi diri seseorang. Sedangkan prestasi akademik berarti hasil dari proses yang dike rjakan seseorang siswa, buah dari ketekunan, kegigihan dan kesabaran dalam meraih tujuan. tujuan dari penelitian ini dimaksudkan yaitu untuk mengetahui tatanan regulasi diri dan tatanan prestasi belajar siswa. Kemudian daripada itu, peneliti juga ingin mengetahui bagaimana kontribusi regulasi diri siswa dalam menggapai prestasi akademik disekolah, mengingat renda hnya prestasi belajar siswa yang saat ini perlu menjadi perhatian khusus. Kemudian dalam hal ini, peneliti menggunakan metode penelitian kualitatif —deskriptif dengan library research. Dari hasil pembahasan didapatkan temuan yaitu regulasi diri dapat muncul dari motivasi, baik berasal<br>dari diri sendiri atau orang lain. Sedangkan presrtasi akademi siswa akan mudah dicapai apabila seorang siswa mampu mengendalikan diri untuk menjadikan siswa lebih giat,ulet dan tekun dalam menggapai prestasi yang akan dicapai oleh siswa tersebut. Diketahui juga bahwa regulasi diri terhadap siswa berhubungan kuat terhadap capaian prestasi akademik, dimana semakin kuat motivasi diri semakin mudah meraih prestasi. Kemudian dalam kajian implementasinya, untuk menumbuhkan regulasi diri yang baik dapat dilakukan dengan cara memberikan motivasi kepada siswa oleh guru, yaitu untuk menumbuhkan minat, semangat dan tujuan siswa.</p>2018-03-06T00:00:00+07:00Copyright (c) https://pkm.uika-bogor.ac.id/index.php/PSBKI/article/view/14020 KONSEP PENDIDIKAN ISLAM AN NADWI DALAM MENANGKAL LIBERALISASI2018-08-04T08:33:01+07:00M Abduh Al Mannarmabduhalmannar@gmail.comAbas Mansur Tamamabas.mansur@uika-bogor.ac.idUlil Amri Syafriulilamri.syafri@uika-ac.id<p>Abu Hasan Ali Al Hasani An Nadwi seorang tokoh pembaharu dan pemikir Islam Abad ke 20 berkebangsaan Hindustan. Namun, bila menelusuri silsilah keturunannya ternyata sampai kepada Ali bin Abi Thalib. Hatinya terusik saat melihat banyaknya umat Islam khususnya pendidikan Islam yang mengikuti pola pikir dan budaya Barat. Kiranya akan sangat bermanfaat bila menelusuri jejak pemikirannya terhadap pendidikan Islam. Tujuan dari penelitian ini guna mengungkapkan konsep pemikirannya tentang konsep pendidikan Islam serta pandangannya terhadap peradaban Barat. Metodologi penelitian yang digunakan berupa penelitian kualitatif dengan jenis library research dengan mengumpulkan dan menganalisis dari berbagai sumber primer dan sekunder. Penelitian ini menunjukkan bahwa umat Islam harus keluar dari paham budaya barat dengan melihat kembali tujuan pendidikan Islam yang hakikatnya menciptakan generasi yang berwawasan luas dan berakhlak mulia serta memiliki keimanan yang kuat sebagai bentuk penghambaannya kepada Allah Swt. Beliau pun mengungkapkan bahwa kurikulum, pendidik dan peserta didik haruslah bernafaskan Islam dengan memahami akan peran masing-masing dalam mencapai tujuan pendidikan Islam yang berorientasi kepada ketuhanan, kemanusiaan dan kealaman.</p>2018-03-06T00:00:00+07:00Copyright (c) https://pkm.uika-bogor.ac.id/index.php/PSBKI/article/view/14221 KREATIFITAS GURU PAI DALAM IMPLEMENTASI KURIKULUM 20132018-08-08T16:30:55+07:00Munakhiroh El Hajarjh.ahla@gmail.comZainal Abidin Ariefzainalabidin.arief@uika-bogor.ac.idMuhyani .muhyani@fai.uika-bogor.ac.id<p>Tujuan Pendidikan Nasional merupakan usaha mencerdaskan dan meningkatkan kualitas manusia Indonesia, yang harus dibuktikan dengan meningkatnya kemampuan siswa untuk menggapai kesempurnaan menjadi insan yang memiliki keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan YME, berilmu pengetahuan, berbudi pekerti luhur, berakhlak mulia, sehat jasmani dan rohani, kreatif dan berketrampilan, cakap, berkepribadian yang mandiri, serta menjadi warga Indonesia yang demokratis, dan bertanggung jawab dalam bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Pengembangan dan penentuan kurikulum merupakan faktor utama dalam<br>pencapaian tujuan pendidikan itu sendiri. Kurikulum terbaru atau kurtilas ini tidak jauh berbeda dari apa yang sudah diterapkan dan ini merupakan pengejawantahan dari yang sebelumnya yakni kurikulum KTSP. Tujuan dari telaah ini adalah mengkaji tentang kreativitas guru mata pelajaran PAI dalam penerapan kurikulum 2013. Demi tercapainya tujuan tersebut penulisan karya ilmiah ini ditulis dengan melakukan penelitian secara kualitatif dengan menggunakan pendekatan library research dan diskriptif. Sedangkan subjek penelitiannya adalah sang peneliti dengan sistem literasi. Hasil yang diperoleh mendiskripsikan bahwa : Implementasi Kurikulum 2013 menuntut guru kreatif yang mampu melihat segala perubahan yang terjadi. Yang meletakkan subyeknya adalah siswa sendiri (student centre) dalam proses pembelajarannya. Guru kreatif adalah pendidik yang bisa menguasai kelas dan bisa mendesain dan mengaplikasikan model, metode, dan variasi mengajar sehingga membuat siswa unggul, memiliki kreatifitas dan produktif di lingkungan kelas.</p>2018-03-06T00:00:00+07:00Copyright (c) https://pkm.uika-bogor.ac.id/index.php/PSBKI/article/view/14322 PERAN KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH DALAM MENGEMBANGKAN BUDAYA ISLAMI DI SMPN KECAMATAN CIAWI2018-08-08T16:45:55+07:00M. Nandang Wijayanandang.wijaya@yahoo.co.idHerawati .herawatifkip@yahoo.co.idUlil Amri Syafriulamris@gmail.com<p>Latar belakang penelitian ini didasari oleh pandangan umum tentang pesatnya kemajuan teknologi yang menyebabkan akulturasi budaya asing dengan mudah masuk pada generasi muda bangsa tanpa proses penyaringan yang ketat, semakin menambah beban pembentuk akhlak terpuji anak yang seharusnya sesuai dengan karakter dan budaya bangsa. Sekolah sebagai tempat pendidikan bagi anak, sangat berperan penting pada proses pembentukan akhlak anak demi terciptanya generasi yang unggul di segala bidang kehidupan baik itu keimanan, intelektual maupun sikap yang sesuai dengan karakter budaya bangsa yang unggul. Implementasi budaya Islami sebagai budaya bangsa adalah suatu keniscayaan yang mesti<br>terwujud di sekolah demi tercapainya tujuan pendidikan dan mempersiapkan generasi emas bangsa yang terwujud tahun 2045. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah, 1. mengetahui bagaimana peran kepemimpinan sekolah dalam mengembangkan budaya Islami di SMPN Kecamatan Ciawi? 2. mengetahui bagaimana implementasi budaya Islami di SMPN Kecamatan Ciawi? Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif.<br>Lokasi penelitian berada di tiga sekolah negeri di Kecamatan Ciawi Kabupaten Bogor yaitu SMPN 1 Ciawi, SMPN 2 Ciawi, dan SMPN 3 Ciawi. Sedangkan metode pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, interview dan observasi. Analisis data yang digunakan dengan menggunakan Analisis Model interaktif dengan prosedur reduksi, penyajian dan penarikan kesimpulan/verifikasi data. Hasil olah data penelitian menunjukkan kesimpunan: 1. Terdapat peran yang signifikan dan menentukan dari kepala sekolah pada perkembangan budaya Islami di SMPN Kecamatan Ciawi 2. Secara umum terdapat kesamaan implementasi<br>budaya Islami di masing-masing sekolah yang diteliti, dan perbedaan implementasi hanya terletak pada programnya saja.</p>2018-03-06T00:00:00+07:00Copyright (c) https://pkm.uika-bogor.ac.id/index.php/PSBKI/article/view/14423 IMPLEMENTASI KONSEP PENDIDIKAN AKHLAK MENURUT ABUDDIN NATA2018-08-13T08:09:54+07:00Nita Susilowatinitasusilowati44@gmail.com<p>Pendidikan Akhlak akan berhasil jika di dukung oleh kerjasama dengan usaha (keluarga), sekolah dan masyarakat agar dapat terciptanya generasi yang berakhlakul karimah</p>2018-03-06T00:00:00+07:00Copyright (c) https://pkm.uika-bogor.ac.id/index.php/PSBKI/article/view/14524 HUBUNGAN POLA ASUH ORANG TUA DAN KOMPETENSI GURU DI SEKOLAH TERHADAP KEMAMPUAN MEMBACA AL QUR’AN SISWA2018-08-13T09:18:14+07:00Nurdin Kurnianurdin@gmail.comIbdalsyah .ibdalsyah@uika-bogor.ac.idMuhyani .muhyani@fai.uika.ac.id<p>Pendidikan Al Qur’an tak terlepas dari pengajaran orang tua di rumah dan guru di sekolah. Tanggung jawab utama terhadap pendidikan anak ada pada orang tua melalui pengasuhannya, kemudian setelah anak masuk dunia pendidikan formal dalam hal ini sekolah juga turut<br>bertanggungjawab terhadap pendidikan anak didiknya. Tulisan ini bertujuan mengetahui bagaimana hubungan pola asuh orang tua dan kompetensi guru di sekolah terhadap kemampuan membaca Al Qur’an siswa serta mengetahui dan menganalisis seberapa besar<br>hubungan pola asuh penajaranorang tua di rumah terhadap kemampuan membaca Al Qur’an siswa. Penelitian ini dengan melakukan pendekatan kuantitatif dalam bentuk studi korelasional (Corelational study). Bertujuan ingin mengetahui hubungan variabel pola asuh orang tua dan kompetensi guru terhadap kemampuan membaca Al Qur’an siswa. Hasil dari pengujian hipotesa atau model penelitian SPSS versi 24 menunjukkan bahwa terdapat hubungan<br>signifikan antara: 1). Pola pengasuhan orang tua dengan kemampuan membaca Al Qur’an siswa; 2). Kompetensi guru di sekolah terhadap kemampuan membaca Al Qur’an siswa; 3). Pola asuh orang tua dan kompetensi guru di sekolah terhadap kemampuan membaca Al Qur’an siswa memberikan pengaruh.</p>2018-03-06T00:00:00+07:00Copyright (c) https://pkm.uika-bogor.ac.id/index.php/PSBKI/article/view/14625 PSIKOEDUKASI ISLAMI PENDIDIKAN SEKS SEBAGAI MEDIUM ALTERNATIF PENCEGAHAN KEKERASAN SEKS PADA ANAK2018-08-13T09:31:28+07:00Retno Lelyani Dewiretnold@yahoo.comImas Kania Rahmanimas.kania@uika-bogor.ac.idWido Suprahasupraha@gmail.com<p><span class="fontstyle0">Maraknya kekerasan seks terutama anak yang menjadi korban, membuat miris banyak pihak. Salah satu cara pencegahannya melalui pemberian pendidikan seks pada anak sedini mungkin. Pendidikan seks pada anak usia dini akan efektif dilakukan langsung oleh orang tua. Penelitian ini bertujuan mengetahui bagaimana sikap orang tua dalam mengemban tanggung jawab pendidikan seks terhadap anak usia dini. Selain itu, ingin diketahui bagaimana model psikoedukasi Islami yang efektif sehingga kemampuan orang tua dalam memberikan pendidikan seks terhadap anak usia dini dapat meningkat. Penelitian ini memakai jenis quasi eksperimen dengan design </span><span class="fontstyle2">pretest </span><span class="fontstyle0">dan </span><span class="fontstyle2">post </span><span class="fontstyle2">-</span><span class="fontstyle2">test. </span><span class="fontstyle0">Hasil penelitian secara signifikan menunjukkan bahwa model psikoedukasi Islami dalam bentuk pelatihan, efektif membantu orang tua meningkatkan kemampuan memberikan pendidikan seks pada anak terutama anak yang masih berusia dini. Sikap orang tua dalam mengemban tanggung jawab pendidikan seks pada anak usia dini menjadi lebih baik. Selain itu, orang tua lebih mampu mengembangkan </span><span class="fontstyle2">self defens </span><span class="fontstyle0">sesuai kondisi masing-masing anak. Kemampuan </span><span class="fontstyle2">self defens </span><span class="fontstyle0">yang dimiliki anak diharapkan dapat membentengi anak menjadi korban kekerasan seksual.</span> </p>2018-03-06T00:00:00+07:00Copyright (c) https://pkm.uika-bogor.ac.id/index.php/PSBKI/article/view/14726 MANAJEMEN KELAS DI SEKOLAH TAHFIDZ2018-08-13T09:45:25+07:00Roidatul Khabibahroidakhabibah@gmail.comIbdalsyah .ibdalsyah@uika-bogor.ac.idNirwan Syafrinnirwansyafrin@gmail.com<p><span class="fontstyle0">Anak-anak pengahafal al-Qur’an memiliki tanggungjawab agung di pundaknya. Dunia anakanak penghafal al </span><span class="fontstyle0">-</span><span class="fontstyle0">Qur’an tidak sama dengan anak</span><span class="fontstyle0">-</span><span class="fontstyle0">anak sekolah pada umumnya. Termasuk dunia yang mereka geluti setiap hari, yaitu dunia kelas. Mereka membutuhkan manajemen kelas khusus yang mendukung karakter mereka sebagai penghafal al-Qur’an. Diantaranya;</span><span class="fontstyle2">pertama</span><span class="fontstyle0">, bagaimana mengolah situasi belajar-mengajar yang efektif untuk anak-anak penghafal alQur’an. </span><span class="fontstyle2">Kedua</span><span class="fontstyle0">, bagaimana menumbuhkan situasi sosio -emosional yang baik antar siswa, atau antara guru dan siswa. </span><span class="fontstyle2">Ketiga</span><span class="fontstyle0">, bagaimana menciptakan situasi organisasi kelas yang kondusif untuk anak-anak penghafal al-Qur’an. Demikian jelas, Perlu kiranya diskursus penelitian ilmiah mengenai manajemen kelas khusus untuk sekolah tahfidz al-Qur’an. Jenis penelitian ini adalah library Research, dengan pendekatan grounded theory dan metode penelitian deskriptif-analitik </span><span class="fontstyle0">. </span><span class="fontstyle0">Adapun hasil penelitian menunjukkan bahwa Komponen pengelolaan kelas di sekolah tahfidz al-Qur’an pada intinya sama dengan komponen kelas di sekolah umumnya, hanya saja ada tambahan beberapa substansi yang mendukung program tahfidz anak. Diantaranya; dalam<br>mendisplay kelas, bimbingan kepada anak supaya berakhlak Qur’ani, dan mengkolaborasikan<br>hafalan mereka ke dalam organisasi kelas secara intens.</span> </p>2018-03-06T00:00:00+07:00Copyright (c) https://pkm.uika-bogor.ac.id/index.php/PSBKI/article/view/14927 IMPLEMENTASI SURAT LUKMAN AYAT 12-19 DALAM PEMBENTUKAN AKHLAK SISWA SDIT PONDOK DUTA2018-08-13T09:59:07+07:00Rufidah .rufidahifi@yahoo.comMuhyani .muhyani@fai.uika-bogor.ac.idUlil Amri Syafriulilamri.syafri@uika-bogor.ac.id<p><span class="fontstyle0">Penelitian ini memiliki tujuan untuk memaparkan bentuk implementasi pendidikan akhlak yang sesuai dengan Al Qur’an, surat Lukman. Ada sebelas dimensi akhlak sebagai indikator pembentukan akhlak dasar dalam surat Lukman [31] : 12</span><span class="fontstyle0">-</span><span class="fontstyle0">19) yaitu bersyukur, tidak menyekutukan Allah, berbakti dan berterimakasih kepada orang tua, ketaa’atan mutlak hanya kepada Allah, merasakan adanya pengawasan Allah, menegakkan solat, mengajak manusia melakukan kebaikan serta mencegah dari keburukan, bersabar, tidak sombong, sederhana dan bersikap santun, dan melunakkan suara. Penelitian ini termasuk dalam deskriptif kualitatif dengan cara melakukan pengamatan di lapangan dan study library. Penelitian ini mengambil data dengan cara observasi dan wawancara kepada subjek penelitian, yaitu guru Pendidikan Agama Islam, praktisi pendidikan, dan orang tua siswa Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Pondok Duta, Depok. Subjek penelitian ini merupakan sosok yang sangat bersinggungan dengan pembelajaran materi pendidikan akhlak siswa. Dalam pembentukan akhlak, diperlukan pengembangan metode pembelajaran dan penanaman akhlak, sehingga terpenuhi aspek kognitif, afektif dan psikomotorik siswa. Tidak hanya sebatas membanggakan tingginya nilai akademis, tetapi diharapkan siswa dan guru sadar akan keharusan berakhlakul karimah sebagai sikap spontan yang hadir pada keseharian dan terinternalisasi pada kepribadian siswa. Prosesnya dimulai dengan melibatkan partisipasi lingkungan belajar terutama orangtua dan guru. Proses pendidikan akhlak ini juga dilakukan dengan menggabungkan penanaman nilai akhlak kepada Allah (keimanan) dan juga nilai kepada sesama manusia dalam bentuk keteladanan guru/orangtua (qudwah), pembiasaan, pemberian nasihat dan perhatian serta pemberian hukuman yang tepat akan dapat menginspirasi siswa. Nilai pembentukan akhlak yang efektif dari Dr. Nashih Ulwan juga dijadikan landasan untuk menciptakan model pembelajaran yang baik untuk mengimplementasikan nilai akhlak yang dilakukan oleh guru dan orang tua.</span> </p>2018-03-06T00:00:00+07:00Copyright (c) https://pkm.uika-bogor.ac.id/index.php/PSBKI/article/view/15028 WAJIB BELAJAR MADRASAH DINIYAH TAKMILYAH DI KABUPATEN SUKABUMI2018-08-13T10:08:22+07:00Sihabudin .sihabudin_75@yahoo.comAbd Rahmat Rosyadirahmat@uika-bogor.ac.idMuhyani .Muhyani@fai.uika-bogor.ac.id<p><span class="fontstyle0">P</span><span class="fontstyle0">enelitian ini untuk mengetahui adanya dampak peningkatan partisipasi peserta didik Madrasah Diniyah Kabupaten Sukabumi setelah diberlakukannya Perda Wajib Belajar Nomor 8 Tahun 2009 tentang Pendidikan Keagamaan Islam. Implementasi peraturan daerah tersebut terhadap peningkatan partisipasi peserta didik. Metode yang digunakan kualitatif deskriptif dengan mengumpulkan sejumlah data melalui studi dokumen dan wawancara kepada narasumber yang terkait dengan pelaksanaan kebijakan peraturan daerah tersebut. Berdasarkan data diniyah di tiga kecamatan yang menjadi sampel penelitian yaitu di Kecamatan Cicurug, Cidahu dan Ciambar. Hasil penelitian menujukkan (1) adanya peningkatan partisipasi jumlah peserta didik, (2) adanya peningkatan dalam pembiyaan pengelolaan madrasah diniyah.</span></p>2018-03-06T00:00:00+07:00Copyright (c) https://pkm.uika-bogor.ac.id/index.php/PSBKI/article/view/15129 STANDAR KUALIFIKASI AKADEMIK DAN KOMPETENSI GURU SERTA IMPLEMENTASINYA TERHADAP GURU MATA PELAJARAN DI SEKOLAH ISLAM2018-08-13T10:21:36+07:00Siti Farihahansifa.achmad@gmail.comUlil Amri Syafriulilamri.syafri@uika-bogor.ac.idT Abdul Madjidabd.madjid@uika-bogor.ac.id<p><span class="fontstyle0">Tujuan penelitian ini adalah (1) untuk mengetahui standar kualifikasi akademik serta kompetensi guru yang terdapat dalam Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No.16 Tahun 2007, (2) Agar dapat mengetahui bagaimana implementasinya terhadap para guru bidang studi di sekolah Islam. Hasil yang diperoleh adalah Standar kualifikasi akademik para pendidik di SMP IT At-Taufiq telah sesuai dengan kriteria yang diatur pemerintah yang disebutkan dalam<br>Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No.16 Tahun 2007, yaitu berkualifikasi akademik sekurangnya D IV/S1. Adapun standar kompetensi guru/tenaga pendidik di SMP IT At Taufiq berdasarkan Instrumen Penilaian terhadap hasil Kinerja Guru (PKG) maka dapat disimpulkan bahwa: (1) rerata hasil penilaian kompetensi pada paedagogik adalah 99, 3% sudah sesuai dengan standar mutu pendidik. Ini berarti para pendidik di SMP IT At Taufik sudah mempunyai<br>kompetensi pedagogik yang amat baik; (2) rerata hasil dari penilaian kompetensi kepribadian yakni 97, 7% telah mencapai standar; (3) rerata hasil dari penilaian kompetensi sosial yakni 97,7% telah mencapai standar; (4) rerata hasil dari penilaian kompetensi profesional yakni 94,3%. Secara umum dari empat kompetensi sudah memenuhi standar dalam artian guru/tenaga pendidik di SMP IT At Taufiq sudah hampir menguasai empat kompetensi yang telah diatur<br>pemerintah. Hal ini perlu diberi apresiasi sebagai sebuah pencapaian besar dalam upaya meningkatkan kualitas generasi muslim untuk masa mendatang</span> </p>2018-03-06T00:00:00+07:00Copyright (c) https://pkm.uika-bogor.ac.id/index.php/PSBKI/article/view/15230 NILAI PENDIDIKAN ISLAM PADA BUKU TEKS FISIKA DAN RELEVANSINYA DENGAN PENDIDIKAN NASIONAL2018-08-13T10:38:26+07:00Suharsih .suharsihaka@gmail.comHasbi Indrahasbiindra58@gmail.comWido Suprahawido.supraha@uika-bogor.ac.id<p><span class="fontstyle0">Pendidikan merupakan sebuah proses yang mempunyai andil besar tidak saja berfungsi sebagai transfer pengetahuan melainkan juga sebagai sarana penanaman nilai kepada peserta didik. Karenanya segenap aspek pendidikan harus memiliki misi penanaman nilai</span><span class="fontstyle0">-</span><span class="fontstyle0">nilai luhur di masyarakat, baik nilai </span><span class="fontstyle0">-</span><span class="fontstyle0">nilai sosial maupun nilai</span><span class="fontstyle0">-</span><span class="fontstyle0">nilai keimanan. Transfer pengetahuan tak bisa dilepaskan dari keberadaan buku teks. Begitu besarnya peran buku teks sehingga setiap<br>tingkatan pendidikan selalu terkait dengan penggunaan buku teks. Sebagai bagian dari komponen pendidikan, maka buku teks berperan penting selain sebagai gudang ilmu pengetahuan juga harus berperan sebagai agen nilai. Baik ilmu pengetahuan maupun pendidikan nilai yang berasal dari buku tersebut selanjutnya ditransfer kepada peserta didik. Untuk itu penelitian ini bertujuan mengetahui sejauh mana nilai</span><span class="fontstyle0">-</span><span class="fontstyle0">nilai pendidikan Islam terkandung dalam buku teks Fisika serta relevansinya dengan tujuan pendidikan Nasional. Metode yang digunakan adalah penelitian deskripsi kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan pentingnya kandungan nilai-nilai pendidikan Islam pada buku teks Fisika sehingga buku teks tersebut dapat sejalan dengan tujuan Pendidikan Nasional kita yaitu mewujudkan manusia yang beriman serta berakhlak mulia.</span> </p>2018-03-06T00:00:00+07:00Copyright (c) https://pkm.uika-bogor.ac.id/index.php/PSBKI/article/view/15331 PROGRAM BIMBINGAN DAN KONSELING ISLAMI UNTUK MENGEMBANGKAN KESADARAN DAN TANGGUNG JAWAB SOSIAL SISWA MTS2018-08-13T10:47:09+07:00Zahrotul Alawiyahzahrotulalawiyah2702@gmail.comRuhenda .ruhenda@uika-bogor.ac.idImas Kania Rahmanimas.kania@uika-bogor.ac.id<p><span class="fontstyle0">Perkembangan kehidupan siswa pada zaman ini yang dinamis dan kompleks membawa dampak luas ke pelbagai aspek kehidupan. Karenanya harus diimbangi dengan bimbingan dan konseling guna menghadapi masalah dalam kelompok maupun individual. Program dan implementasi kegiatan bantuan bimbingan dan konseling dalam sistem pendidikan sebagai upaya ketercapaian perkembangan yang optimal untuk menolong peserta didik, sehingga tercapailah pembangunan SDM Indonesia yang unggul. Artikel ini mencoba menjawab, betapa pentingnya konseling di zaman ini untuk menumbuhkembangkan kesadaran dan tanggung jawab sosial anak sejak dini sehingga mereka kelak menjadi makhluk sosial dan hidup dalam lingkungan yang harmonis. Dengan menggunakan metode library research, artikel ini mengeksplorasi studi literatur terdahulu untuk kemudian disadur dan dikembangkan menjadi suatu konsep baru dalam sebuah program bimbingan dan konseling untuk mengembangkan kesadaran dan tanggung jawab sosial siswa. Pelayanan bimbingan sosial di sekolah mempunyai tujuan untuk menolong peserta didik memahami dirinya dan hubungannya dengan lingkungan dan masyarakat sekitar serta etika pergaulan sosial yang berpondasi budi pekerti yang luhur serta tanggung jawab sosial.</span></p>2018-03-06T00:00:00+07:00Copyright (c) https://pkm.uika-bogor.ac.id/index.php/PSBKI/article/view/15432 MANAJEMEN KEPEMIMPINAN PENDIDIKAN ISLAM DI SMPIT AT-TAUFIQ (STUDI KASUS)2018-08-13T10:56:43+07:00Ujang Wahyudinujangwahyudin@yahoo.co.idE Bahruddinbahruddin@uika-bogor.ac.idMaemunah Sa’diyahmaemunah@uika-bogor.ac.id<p><span class="fontstyle0">Tulisan ini akan membahas manajemen kepemimpinan pendidikan Islam (kepala sekolah) di SMPIT At-Taufiq. Pembahasannya dimulai dari tinjauan teoretis pengertian manajemen, apa yang diatur di dalam manajemen? Kenapa harus diatur? Dan bagaimana cara mengaturnya?. Selain itu akan dibahas juga terkait pentingnya manajemen. Pada tulisan ini juga membahas tentang kepemimpinan dalam Islam, dan kepemimpianan dalam perspektif fiqih siyasah<br>syar’iyyah, dan membahas juga tentang pengertian pendidikan Islam. Pada tulisan ini akan dijelaskan peran Kepala SMPIT At </span><span class="fontstyle0">-</span><span class="fontstyle0">Taufiq yang bertanggung jawab untuk kelancaran/keberhasilan semua urusan manajemen sekolah secara formal kepada yayasan/dewan direksi atau secara informal kepada masyarakat atau orangtua murid. Selain itu dibahas pula terkait kemampuan dan kelemahan kepala SMPIT At </span><span class="fontstyle0">-</span><span class="fontstyle0">Taufiq dalam menjalankan manajemen kepemimpinannya di SMPIT At</span><span class="fontstyle0">-</span><span class="fontstyle0">Taufiq untuk meningkatkan potensi dan kompetensinya yang terbaik yang dimiliki oleh pendidik/guru dan peserta didik. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan rancangan studi kasus Sekolah Menengah Pertama Islam Terpadi (SMPIT At</span><span class="fontstyle0">-</span><span class="fontstyle0">Taufiq). Data dalam penelitian ini diperoleh<br>melalui observasi dan studi dokumentasi, wawancara secara mendalam, observasi langsung terkait manajamen kepemimpinan kepala sekolah, dan observasi lembaga terkait manajemen kepemimpinan lembaga Islamic Centre At Taufiq yang membawahi SMPIT At-Taufiq.</span> </p>2018-03-06T00:00:00+07:00Copyright (c) https://pkm.uika-bogor.ac.id/index.php/PSBKI/article/view/15533 PEMBELAJARAN HAFALAN TERJEMAH SURAT PENDEK DALAM Al-QUR’AN DENGAN METODE SUPER MEMORY SYSTEM ( SMS ) UNTUK MENINGKATKAN DAYA INGAT SISWA-SISWI MI/SD2018-08-13T11:08:38+07:00Ulfa Futri Hasyimiyah Qissa ‘Alinoerqissa10@gmail.com<p><span class="fontstyle0">Pembelajaran terjemah surat pendek Al-Qur’an dengan metode </span><span class="fontstyle2">Super Memory System (SMS) </span><span class="fontstyle0">yang mendukung keberhasilan dalam pembelajaran Al-Qur’an menjadi latar belakang diselenggarakannya penelitian ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana implementasi pembelajaran dengan pemanfaatan metode </span><span class="fontstyle2">Super Memory System (SMS) </span><span class="fontstyle0">dalam pembelajaran terjemah surat pendek dalam Al-Qur’an pada mata kuliah Pengembangan Bahan Ajar PAI di Program Studi Pendidikan Agama Islam STAI Siliwangi Bandung. Pemanfaatan metode Super Memory System (SMS) ini merupakan sebuah kombinasi pembelajaran </span><span class="fontstyle2">blended learning </span><span class="fontstyle0">dari berbagai pendekatan di dalam pembelajaran, dalam hal ini pembelajaran konvensional dipadukan dengan pembelajaran berbasis lngatan dengan memanfaatkan visual, audio dan kinestetik guru dan siswa dalam rangka membantu meningkatakan motivasi menghafal terjemah Al-Qur’an. Kreatifitas guru dalam mengembangkan bahan ajar dituntut semaksimal mungkin untuk mewujudkan capaian indikator pembelajaran dan membuat siswa lebih mencintai Al-Qur’an dengan menghafal terjemahnya. Maka dari itu sudah saatnya untuk terjadi perubahan dalam cara menghafal terjemah Al-Qur’an yang tepat dan melekat dalam ingatan sebagai salah satu faktor yang mendukung kesuksesan pembelajaran.</span></p>2018-03-06T00:00:00+07:00Copyright (c) https://pkm.uika-bogor.ac.id/index.php/PSBKI/article/view/15634 KONSEP PENDIDIKAN ISLAM MASA DEPAN MENURUT ABUDIN NATA2018-08-13T11:20:38+07:00Wendi Wicaksonowendiwicaksono01@gmail.comAbdul Hayyie al Kattanialkattani@gmail.comA. Rahmat Rosyadirahmatrosyadi@gmail.com<p><span class="fontstyle0">Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi membawa dampak globalisasi. Di mana batasbatas teritorial atau wilayah suatu bangsa dan negara menjadi tidak ada lagi. Setiap individu dengan mudah berselancar ke bagian dunia manapun dengan tujuan apapun, baik tujuan positif maupun tujuan negatif. Dampak negatif yang masuk kemudian mengubah segala tatanan, baik budaya, moral, akhlak, dan sebagiannya. Salah satu cara untuk membendung segala pengaruh<br>negatif adalah melalui pendidikan islam. Metodologi penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif-deskriptif, dengan pendekatan studi pustaka (library research). Pengumpulan data dilakukan dengan metode dokumentasi, yaitu data primer dan data sekunder. Data primer berarti pemikiran Abudin Nata yang dituangkan ke dalam buku, jurnal, artikel dan lain sebagainya. Data sekunder berarti tulisan-tulisan mengenai pemikiran Abudin Nata tentang pendidikan yang ditulis oleh orang lain. Hasil penelitian adalah sebagai berikut, bahwa dalam menghadapi persoalan globalisasi sikap yang tepat adalah sikap yang proporsional, yakni tidak menolak sepenuhnya tetapi juga tidak menerima sesemuanya. ketika ada yang baik diambil dan dikembangkan, sedangkan yang tidak baik dijauhi dan disingkirkan. Pendidikan mempunyai peran yang sangat penting dalam mencegah dan menghindari dampak negatif globalisasi dan<br>dalam respons secara positif serta mengembangkan manfaat yang baik dari globalisasi.</span></p>2018-03-06T00:00:00+07:00Copyright (c) https://pkm.uika-bogor.ac.id/index.php/PSBKI/article/view/15735 PERBEDAAN BUKU AJAR MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA PERSPEKTIF BARAT DAN KHASANAH ISLAM2018-08-13T11:30:16+07:00Wisber Wiryantowisber@gmail.com<p><span class="fontstyle0">Disiplin ilmu pengetahuan saat ini banyak dipengaruhi oleh Barat berdasarkan paham spirit sekuler, liberal dan plural, hal ini ditemukan dalam disiplin ilmu manajemen sumber daya manusia (SDM) yang kosong dari nilai-nilai wahyu dan menimbulkan masalah sehingga perlu solusi melalui Islamisasi pengetahuan. Penelitian menggunakan metode kualitatif studi kepustakaan, dengan obyek Islamisasi pengetahuan; sedangkan subyeknya adalah buku ajar materi manajemen SDM yang digunakan di lembaga pendidikan tinggi di Indonesia. Penelitian dilakukan dengan mengumpulkan data buku ajar manajemen SDM yang dijadikan sampel diawali dengan menguraikan disiplin ilmu manajemen SDM ke dalam kategori-kategori kemudian mengidentifikasi perbedaan kategori manajemen SDM Barat dan khasanah Islam. Hasil penelitian menunjukkan ada perbedaan antara buku ajar manajemen SDM Barat dan khasanah Islam dari kategori konsep SDM sampai pensiun. Perlu upaya mengatasi perbedaan dengan melakukan Islamisasi disiplin ilmu manajemen SDM secara komprehensif. Pihak terkait yang berkepentingan di lembaga pendidikan tinggi perlu mengatasi masalah sekulerisme ilmu dengan menerapkan Islamisasi pengetahuan.</span> </p>2018-03-06T00:00:00+07:00Copyright (c) https://pkm.uika-bogor.ac.id/index.php/PSBKI/article/view/15836 PROGRAM BIMBINGAN DAN KONSELING ISLAMI UNTUK MENGEMBANGKAN KESADARAN DAN TANGGUNG JAWAB SOSIAL SISWA MTS2018-08-13T11:37:35+07:00Zahrotul Alawiyahzahrotulalawiyah2702@gmail.comRuhenda .ruhenda@uika-bogor.ac.idImas Kania Rahmanimas.kania@uika-bogor.ac.id<p><span class="fontstyle0">Perkembangan kehidupan siswa pada zaman ini yang dinamis dan kompleks membawa dampak luas ke pelbagai aspek kehidupan. Karenanya harus diimbangi dengan bimbingan dan konseling guna menghadapi masalah dalam kelompok maupun individual. Program dan implementasi kegiatan bantuan bimbingan dan konseling dalam sistem pendidikan sebagai upaya ketercapaian perkembangan yang optimal untuk menolong peserta didik, sehingga<br>tercapailah pembangunan SDM Indonesia yang unggul. Artikel ini mencoba menjawab, betapa pentingnya konseling di zaman ini untuk menumbuhkembangkan kesadaran dan tanggung jawab sosial anak sejak dini sehingga mereka kelak menjadi makhluk sosial dan hidup dalam lingkungan yang harmonis. Dengan menggunakan metode library research, artikel ini mengeksplorasi studi literatur terdahulu untuk kemudian disadur dan dikembangkan menjadi suatu konsep baru dalam sebuah program bimbingan dan konseling untuk mengembangkan kesadaran dan tanggung jawab sosial siswa. Pelayanan bimbingan sosial di sekolah mempunyai tujuan untuk menolong peserta didik memahami dirinya dan hubungannya dengan lingkungan dan masyarakat sekitar serta etika pergaulan sosial yang berpondasi budi pekerti yang luhur serta tanggung jawab sosial.</span> </p>2018-03-06T00:00:00+07:00Copyright (c) https://pkm.uika-bogor.ac.id/index.php/PSBKI/article/view/15937 PENDIDIKAN KEPRAMUKAAN DALAM PEMBENTUKAN AKHLAK2018-08-13T11:50:25+07:00Gozali Sahlangozalisahlan.abie@gmail.comHerawati .herawati@uika-bogor.ac.idWido Suprahawido.supraha@uika-bogor.ac.id<p><span class="fontstyle0">Menanamkan karakter pada ruang lingkup pendidikan terhadap siswa biasanya dilakukan di lingkungan sekolah ataupun di luar sekolah; diantaranya ialah melalui pendidikan kepramukaan. Dalam perkembangannya zaman ini, perlu adanya konsep dan pola baru agar pada pendidikan kepramukaan dapat menanamkan nilai</span><span class="fontstyle0">-</span><span class="fontstyle0">nilai karakter yang Islami/akhlak. Penanaman akhlak/karakter yang Islami pada dunia pendidikan kepramukaan, dikemas dengan permainan</span><span class="fontstyle0">- </span><span class="fontstyle0">permainan dan kegiatan yang berlandaskan dan bernafaskan pada nilainilai pendidikan. Penelitian ini berfokus pada pengembangan pendidikan kepramukaan dengan segala bentuk upaya membentuk akhlak terhadap siswa atau peserta didik. Yang diharapkan melalui penelitian ini akan melahirkan konsep baru bagaimana pendidikan kepramukaan dengan segala bentuk upaya membentuk karakter Islami/akhlak. Penelitian ini mengaplikasikan dari pendekatan kualitatif. Adapun metode pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, dokumentasi, tanya jawab. sumber data pada penelitian<br>ini ialah kepala sekolah selaku ka.Mabigus, Bina latih atau kakak pembina pada sekolah yang diteliti, dan siswa atau peserta didik selaku obyek penelitian. Tujuan dari Penelitian atau riset ini ialah untuk: (1) mengetahui konsep atau pola pendidikan kepramukaan dalam membentuk akhlak pada SMP Al Fattah Tangerang dan SMP Al Azhar Bogor, (2) membangun konsep/pola baru di pendidikan kepramukaan dengan segala bentuk upaya membentuk akhlak.</span> </p>2018-03-06T00:00:00+07:00Copyright (c) https://pkm.uika-bogor.ac.id/index.php/PSBKI/article/view/16038 HUBUNGAN ANATARA MOTIVASI DAN KONSEP DIRI DENGAN PRESTASI BELAJAR SISWA DI SMK PEMBANGUNAN KOTA BOGOR2018-08-13T12:02:18+07:00Kalsum .kalsum@gmail.comMuhyani .muhyani@fai.uika.ac.idBudi Handriantobudihandrianto@gmail.com<p><span class="fontstyle0">Hubungan antara Motivasi dan Konsep Diri dengan Prestasi Belajar Siswa di SMK Pembangunan Kota Bogor ,dibimbing oleh Dr. Muhyani, M.S dan Dr. Ir. H. Budi Handianto, M.Pd.I.. Sekolah adalah lembaga pendidikan dimana kepala sekolah bertanggung jawab atas keberhasilan sekolah dan guru bertanggungjawab atas keberhasilan kegiatan belajar mengajar (KBM) dikelas. Guru menentukan keberhasilan pendidikan, dengan posisi seperti itu maka peranan guru dalam meningkatkan mutu suatu lembaga pendidikan sangat dominan. Mutu pendidikan tersebut berkaitan dengan proses pembelajaran yang dilakukan oleh para guru. Guru sebagai insan pendidik, sebagai tenaga professional guru harus mampu membina membimbing, mengarahkan, mengendalikan dan mengevaluasi hasil pelaksanaan. Fokus masalah dalam penelitian ini adalah Hubungan Antara Motivasi dan Konsep Diri<br>dengan Prestasi Belajar Siswadi SMK Pembangunan Kota Bogor, maka yang ditekankan pada analisis ini adalah Hubungan Antara Motivasi dan Konsep Diri dengan Prestasi Belajar di SMK Pembangunann Kota Bogor serta analisanya. Pendekatan yang penulis pergunakan adalah pendekatan penelitian Study. Kepustakaan, yaitu teori teori yang berhubungan dengan materi penelitian dan Study lapangan, yaitu data atau dokumen dilapangan yang berkaitan dengan penelitian penulis, yaitu siswa kelas X,XI SMK Pembangunan sebagai sample. Sedangkan dalam melakukan analisa penulis menggunakan metode kuantitatif deskriptif. Hasil dari penelitian Hubungan Antara Motivasi dan Konsep Diri dengan Prestasi Belajar Siswa di SK Pemangunan Kota Bogor signifikan, dengan rician; Kekuatan hubungan anatar Motivasi (X1) dengan presatsi Belajar (Y) memberikan kontribusi sebesar 13,5 %, kekuatan hubungan antara (X1) dengan prestasi Belajar (Y) kontribusi sebesar 29, 7 % dan hubungan Antara Motivasi(X) dan Konsep diri(X2) bersamasama dengan Presatsi Belajar(Y) mempunyai kontribusi 35,7%. Hubungan Motivasi dan Konsep Diri dengan Prestasi Belajar sangat penting untuk dijadikan pedoman bagi di satuan pendidikan khususnya dan dunia Pendidikan pada umumnya, karena ketiga variable tersebut mempunyai keterkaitan yang bersifat kausalitas dan saling mendukung. Motivasi yang baik belum tentu dapat meningkatkan prestasi belajar apabila tidak didukung oleh konsep diri yang baik, dengan demikian hubungan antara motivasi dan konsep diri berpengaruh terhadap prestasi belajar.</span> </p>2018-03-06T00:00:00+07:00Copyright (c) https://pkm.uika-bogor.ac.id/index.php/PSBKI/article/view/16139 HUBUNGAN GAYA KEPEMIMPINAN TRANSFORMASIONAL KEPALA SEKOLAH DAN KOMUNIKASINYA DENGAN KINERJA PENDIDIK SMP DI KECAMATAN CIBINONG2018-08-13T13:06:40+07:00Prastyo .prastyoamin77@gmail.comRahmat Rosyadirahmatrosyadi@gmail.comUlil Amri Syafriulilamri.syafri@uika-bogor.ac.id<p><span class="fontstyle0">Pendidik merupakan komponen dalam proses pendidikan. Pendidik adalah aktor utama pendidikan. Kinerja pendidik merupakan faktor dalam terlaksananya tujuan pembelajaran. Kinerja dipengaruhi faktor internal dan eksternal. Sisi internal dipengaruhi oleh kompetensinya, sisi eksternal dipengaruhi pemberdayaan, pemberian penghargaan, bantuan yang dicontohkan pimpinan untuk meningkatkan kinerja bawahan. Penelitian ini bermaksud untuk menganalisis: (1) hubungan kepemimpinan transformasional kepala sekolah dengan kinerja pendidik, (2) hubungan komunikasinya dengan kinerja pendidik, (3) hubungan secara<br>bersama antara kepemimpinan transformasional kepala sekolah dan komunikasinya dengan kinerja pendidik. Penelitian dengan memakai pendekatan kuantitatif berbentuk studi korelasional. Populasi penelitian adalah pendidik di SMP di Kecamatan Cibinong yang berjumlah 783 orang. Sampel sebanyak 82 responden di empat SMPIT, yaitu SMP Al-Azhar Syifa Budi Cibinong, SMPIT Al </span><span class="fontstyle0">-</span><span class="fontstyle0">Madinah, SMPIT Anugerah Insani, dan SMPIP Daarul Jannah. Data dikumpulkan melalui kuesioner. Hasil penelitian didapati bahwa: (1) kepemimpinan transformasional kepala sekolah memperoleh nilai t hitung 2.147 > 1.994 dan nilai signifikansi 0.035 < 0.05, disimpulkan kepemimpinan kepala sekolah berpengaruh positif signifikan terhadap kinerja pendidik (2) komunikasinya memperoleh nilai t hitung 2.177 >1.994 dan nilai signifikansi sebesar 0.032 < 0.05, disimpulkan komunikasinya berpengaruh positif signifikan terhadap kinerja pendidik, (3) kepemimpinan transformasional kepala sekolah dan komunikasinya mendapat nilai signifikansi 0.000 < 0.05, disimpulkan kepemimpinan transformasional kepala sekolah dan komunikasinya berpengaruh simultan terhadap kinerja pendidik. Berdasarkan hasil penelitian direkomendasikan bagi kepala sekolah<br>agar mempertahankan dan meningkatkan kepemimpinan transformasional dan komunikasinya terhadap pendidik dengan menyesuaikan dengan dirinya sesuai dengan tuntutan dari keunikan lingkungan sekolahnya, karena kepemimpinan kepala sekolah dan komunikasinya terhadap pendidik bertitikberat pada gaya perilaku yang disesuaikan dengan keadaan khusus. </span></p>2018-03-06T00:00:00+07:00Copyright (c) https://pkm.uika-bogor.ac.id/index.php/PSBKI/article/view/16240 KONSEP PENSUCIAN JIWA PERSPEKTIF MUHAMMAD ARIFIN ILHAM DAN IMPLEMENTASINYA DI PONDOK PESANTREN AZ-ZIKRA SENTUL BOGOR2018-08-13T13:16:55+07:00Saroni .saroni_haji@yahoo.comDidin Hafidhuddinhafidhuddin@yahoo.comAkhmad Alimalim@uika-bogor.ac.id<p><span class="fontstyle0">Tujuan dari penelitian ini adalah, ingin mengetahui mengenai konsep Pensucian Jiwa Perspektif Muhammad Arifin Ilham, dan bagaimana Implementasi konsep tersebut di Pondok Pesantren Az-zikra Sentul, Bogor. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: Bagaimana konsep Pensucian Jiwa menurut Muhammad Arifin Ilham?, Bagaimana Implementasi Konsep Pensucian Jiwa Muhammad Arifin Ilham di Pondok Pesantren Azzikra Senrul, Bogor?. Jenis penelitian ini bersifat deskriptif kualitatif, artinya penelitian ini termasuk kategori feel research. Penelitian ini mengacu pada bahan-bahan tertulis yang terkait dengan topik pembahasan dan menggunakan sumber-sumber yang di ambil dari buku-buku atau tulisan yang menjadi sumber data. Sumber data dari penelitian ini adalah<br>sumber data primer dan sumber data sekunder. Adapun metode pengumpulan data dengan jalan wawancara, observasi dan dokumentasi. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan sebagai berikut bahwa: Konsep Pensucian Jiwa Perspektif Muhammad Arifin Ilham adalah, dengan jalan Taubah-An- Nasuuhaa, menghidupkan Sunah (</span><span class="fontstyle2">Ihyaa ussunnah) </span><span class="fontstyle0">yang dikenal dengan tujuh Sunah Rasul, Istighfar dan Istiqomah. Ada Implementasi konsep pensucian jiwa Muhammad Arifin Ilham di Pondok Pesantren Az</span><span class="fontstyle0">- </span><span class="fontstyle0">zikra Sentul, Bogor. Dzikir setiap bulah dan dzikir ma,tsuurot setiap hari, </span><span class="fontstyle2">Qiyaamullail </span><span class="fontstyle0">atau shalat tahajud<br>setiap malam, tadabbur al</span><span class="fontstyle0">-</span><span class="fontstyle0">qur’an setiap saat, shalat dluha setiap pagi, shalat bejamaah setiap waktu,sedekah setiap saat dan juga menjaga wudlu setiap saat.</span> </p>2018-03-06T00:00:00+07:00Copyright (c) https://pkm.uika-bogor.ac.id/index.php/PSBKI/article/view/16341 HUBUNGAN ANTARA KESEHATAN MENTAL DAN MOTIVASI BELAJAR MAHASISWA DENGAN HASIL BELAJAR MATA KULIAH ASUHAN KEBIDANAN DI AKADEMI KEBIDANAN PRIMA HUSADA BOGOR2018-08-13T13:35:40+07:00Meti KusmiatiMetikusmiati@gmail.comZainal Abidin Ariefzainalabidinarief@gmail.comMuhyani .muhyani@gmail.com<p><span class="fontstyle0">Meningkatkan mutu lulusan kebidanan diharapkan mahir dalam pelayanan asuhan kebidanan baik secara </span><span class="fontstyle2">hardskill </span><span class="fontstyle0">maupun </span><span class="fontstyle2">softskill</span><span class="fontstyle0">, kesehatan mental dan motivasi siswa mempengaruhi hasil belajar mata kuliah asuhan kebidanan disebabkan untuk mencapai standar nilai yang baik. Tujuan penelitian menganalisis seberapa besar hubungan kesehatan mental dan motivasi belajar dengan hasil belajar mata kuliah asuhan kebidanan dengan menggunakan metode<br>penelitian kuantitatif. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan data primer untuk variabel X</span><span class="fontstyle0">1 </span><span class="fontstyle0">dan X</span><span class="fontstyle0">2 </span><span class="fontstyle0">yaitu dengan menyebarkan angket kepada responden, dan menggunakan data sekunder (hasil nilai) untuk variabel Y, analisis regresi dilakukan untuk menentukan hubungan sebab akibat antara variable yang satu dengan yang lain yaitu Xi ( kesehatan Mental) dengan Moltivasi dengan hasil belajar mata kuliah asuhan kebidanan (Y). Hasil penelitian menunjukan adanya hubungan kesehatan mental dengan hasil belajar mata kuliah asuhan kebidanan, dengan nilai koefisien korelasi 0.485, nilai signifikan 0.000, dan koefisien determinasi 23,6% dan sisanya 76,4% Terdapat Hubungan motivasi belajar dengan hasil belajar mata kuliah asuhan kebidanan, dengan nilai koefisien korelasi sebesar 0.456, nilai signifikan sebesar 0.000, dan koefisien determinasi sebesar 20,8% dan sisanya 79,2% . Terdapat hubungan kesehatan mental dan motivasi belajar mahasiswa, dengan nilai koefisien korelasi ganda 0.648 dan koefisien determinasi 42% dan sisanya 58% dipengaruhi oleh faktor lain, yaitu faktor keluarga dan lingkungan.</span> </p>2018-03-06T00:00:00+07:00Copyright (c) https://pkm.uika-bogor.ac.id/index.php/PSBKI/article/view/16442 MODEL COMMUNITY COUNSELING ISLAMI DI PESANTREN DAARUT TAUHIID BANDUNG2018-08-13T13:42:44+07:00Masfarwati Muslimmasfarwati@gmail.comImas Kania Rahmanimas.kania@uika-bogor.ac.idAnung Al Hamatanung.alhamat@gmail.com<p><span class="fontstyle0">Problem psikis menjadi marak dalam kehidupan masyarakat modern. Pendidikan dan penguatan kepribadian setiap individu masyarakat akan membantu dalam kehidupan mereka. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan model </span><span class="fontstyle2">community counseling </span><span class="fontstyle0">(bimbingan dan konseling masyarakat) islami. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Data penelitian diperoleh melalui wawancara pengamatan dan dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bimbingan dan konseling islami bagi usia 50 tahun ke atas diimplementasikan melalui kegiatan bimbingan keagamaan dan kegiatan kelompok. Kegiatan belajar yang dilakukan bernuansa bimbingan. Pembelajaran diawali dengan memupuk pemahaman keagamaan peserta dengan belajar shalat, membaca qur’an dan akhlak. Para ustadz dan ustadzah serta </span><span class="fontstyle2">musrif, musrifah </span><span class="fontstyle0">adalah yang turut serta mengajar dan membimbing serta tempat mencurahkan perasaan para peserta. Mereka menekankan mencintai Allah adalah modal kehidupan bagi seorang muslim. Pelajaran pada tingkat satuan tertentu difokuskan kepada penguasaan dan kemampuan dalam menjalin hubungan dengan Allah. Para peserta dibekali berbagai ilmu agama dan tips ibadah yang khusyu.</span></p>2018-03-06T00:00:00+07:00Copyright (c) https://pkm.uika-bogor.ac.id/index.php/PSBKI/article/view/235Konsep Pendidikan Entrepreneur Prof. Ganefri, Ph.D: Refleksi Implementatif Pada Pendidikan Mahasiswa Pesantren-Entrepreneur2018-12-06T09:20:11+07:00Ahmad Habiburrohimahmadelfahri@gmail.comHendri Tanjunghendri.tanjung@uika-bogor.ac.idBudi Hendriantobudi.hendrianto@uika-bogor.ac.id<p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsep entrepreneur dilihat dari perspektif pedagogi oleh Prof. Ganefri, Ph.D dan Dr. Hendra Hidayat, S.Pd., M.Pd. pada buku perspektif Pedagogi Entreprenership di Pendidikan Tinggi. Tujuan lain yaitu untuk mengetahui bagaimana implementasi pendidikan entreprenenur pada konteks pendidikan mahasiswa di pesantren. Penelitian ini ingin membahas bagaimana terapan konsep pendidikan entrepreneur yang disesuaikan dengan Pendidikan Orang Dewasa (POD) yaitu maha-santri, juga konsep pendidikan pesantren, sehingga lahirlah konsep baru pendidikah pesantren yang diberi nama pesantren-entrepreneur mahasiswa. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan library research, yaitu dengan meneliti sumber primer dan sumber sekunder. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa ada tiga tahapan dalam pendidikan entrepreneur, yaitu : (1) Proses penyadaran, (2) Proses keterampilan entrepreneur, dan (3) Keterampilan evaluasi diri. Implementasinya konsep pendidikan entrepreneur pada santri-mahasiswa adalah dengan pendekatan andragogi yaitu melalui metode pengamatan langsung, preaktek langsung, dan studi kasus. Implementasinya pendidikan entrepreneur mempertimbangkan pendidikan kampus, pendidikan kepesantrenan dari sisi waktu, beban materi, dan kebutuhan lainnya sehingga dapat keseimbangan kurikulum.</p>2018-12-01T00:00:00+07:00Copyright (c)