KONSEP PENDIDIKAN JIWA PERSPEKTIF AL-QUSYAIRI (Tarbiyah al-Nafs dalam Lathãif al-Isyãrãt)
Abstract
Arus globalisasi membawa gelombang besar materialistik dan anti rohani serta menggeser bahkan menggusur nilai-nilai spiritualitas. Munculnya problem spiritual yang menimpa manusia modern bermula dari hilangnya visi keilahiyan yang disebabkan oleh ulahnya sendiri, yakni bergerak menjauh dari pusat eksistensinya. Benturan nilai-nilai materi dan unsur-unsur rohani dalam alam modern, secara tidak langsung memberi gambaran bagi sikap hidup suatu komunitas pada zaman tertentu. Zaman yang mengagung-agungkan materi hanya akan membawa kepada kegersangan jiwa bahkan mematikan hati. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui konsep pendidikan jiwa perspektif ‘Abd al-Karim al-Qusyairi. Lalu menganalisis konsep pendidikan jiwa perspektif ‘Abd al-Karim al-Qusyairi. Beliau adalah seorang imam besar, ahli fiqih, ilmu kalam, tasawuf, ilmu ushul, nahwu, mufassir sekaligus sastrawan yang besar. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan (library research), yaitu penelitian yang berusaha menghimpun data dari khazanah literatur dan menjadikan dunia tesk sebagai objek utama analisisnya. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kualitatif, yaitu penelitian yang bermaksud untuk memahami data yang ditemukan kemudian menginterprestasikannya dengan cara deskripsi dalam bentuk kata-kata dan bahasa. Tesis program pasca sarjana Ibnu Khaldun Bogor 2018 ini memabahas konsep pendidikan jiwa perspektif ‘Abd al-Karim alQusyairi yang meliputi beberapa aspek sebagai berikut: Pertama, istilah pendidikan jiwa disebut “Tarbiyah al-Nafs”. Kedua, landasan pendidikan jiwa adalah al-Tauhid. Ketiga, tujuan pendidikan jiwa adalah membimbing manusia agar bertakwa kepada Allah I. melalui tahapan-tahapan al-tawaqqi wa altanaqqi. Keempat, kurikulum pendidikan jiwa adalah Tauhid, Akhlaq dan Muhkhalafah al-Nafs. Kelima, metode pendidikan jiwa adalah dzikir dan fikir. Keenam, evaluasi pendidikan jiwa adalah dengan metode muraqabah (pengawasan) dan muhasabah (penilaian).
References
Al-Qaththan, Manna‘ bin Khalil, 2000, Mabahits fi ‘Ulum al-Qur’an, Beirut: al-Ma‘arif.
Al-Qusyairi, ‘Abd al-Karim, 1428 H/2007 M, Lathaif al-Isyarat, Beirut: Daar al-Kutub al-‘Ilmiyah.
Aji, A.M. "Hak dan Kewajiban Asasi Manusia Dalam Perspektif Islam," Salam; Sosial dan Budaya Syar-i, Volume 2, No. 2 (2015).
Arikunto, Suharsimi, 2006, Prosedur penelitian Suatu Pendekatan Praktek, Jakarta: Rineka Cipta.
Basyuni, Ibrahim, 1992, Al-Imãm al-Qusyairi, hayãtuhu wa tashawwufuhu wa tsaqãfatuhu, Kairo: Maktabatu al-Adab.
Jalaluddin, 2010, Psikologi Agama, Jakarta: RajaGrafindo Persada.
Mahmud, ‘Abd al-Halim, 1989, Al-Risalah al-Qusyairiyah, Kairo: Muassasah Dar al-Sya’b.
Mori, Kouyate Mahmoud, 2009, Ara’ al-Qusyairi al-Kalamiyah wa al-Shufiyah, Tesis pada Fakultas Dakwah dan Ushuluddin Umm al-Qura, Saudi Arabia: tidak diterbitkan.
Mubarock, Ahmad, 2000, Jiwa dalam al-Qur’an, Jakarta: Paramadina.
Mujib, Abdul, et.al., 2001, Nuansa-nuansa Psikologi Islam, Jakarta: Raja Grafindo Persada.
Mukri, S.G.; Aji, A.M.; Yunus, N.R. "Implementation of Religious Education in the Constitution of the Republic of Indonesia," Salam: Sosial dan Budaya Syar-i, Volume 3 No. 3 (2016).
Najjati, Muhammad Ustman, 1993, al-Dirãsat al-Nafsaniyah ‘inda al-‘Ulamã’ al-Muslimĩn, Kairo: Dãr al-Syurũq.
Nawawi, Hadari, 2001, Metodologi penelitian Bidang Sosial, Yogyakarta: Gajah Mada Universy press.
Qasim, Mahmud, 1969, Fĩ al-Nafs wa al-‘Aql li Falãsifah al-‘Ighriq wa al-Islãm, Kairo: Maktabah al-Injil al-Mishriyah.
Rumini, Sri, et.al., 2006, Psikologi Pendidikan, Yogyakarta: UNY Press.
Siswantoro, 2004, Metode Penelitian Sastra: Analisis Psikologis, Suarakarta: Sebelas Maret University Press.
Suwito, 2004, Filsafat Pendidikan Akhlak Ibnu Miskawih, Yogyakarta: Belukar.