Mencari Titik Keseimbangan Tarif INACBGs Versus Tarif Rumah Sakit

Main Article Content

Indupurnahayu . Renea Shinta Aminda Renny Rahayu

Abstract

Kesehatan masyarakat yang menjadi tujuan Pemerintah dalam memberikan  pelayanan, dalam pelaksanaanya, masih belum opti-mal.  walaupun JKN (Jaminan Kesehatan Nasional) melalui Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan (BPJS Kesehatan) sudah dilakukan kurang lebih 5-6 tahun lalu masih sering dijumpai ketidak seimbangan antara tarif (INA-BCGs) dengan tarif Rumah Sakit yang dirujuk pasien. Berdasarkan data dan kondisi empiris tersebut maka  tujuan penelitian ini untuk mencari keseimbangan  versus tarif  INA_CBGs pasien rawat inap  suatu kasus penyakit. Hasil penelitian menunjukkan adanya  ketidak seimbangan jumlah tarif pada pasien rawat inap. Temuan bahwa perbedaan ini timbul karena pihak INA-CBGs hanya menetapakan biaya dasar untuk suatu penyakit yang diderita pasien, sedangkan Rumah Sakit menghitung biaya lain sesuai dengan tindakan lanjut dari pasien tersebut. Perbedaan selisih negative  dimana Rumah Sakit membebankan biaya lebih besar dari tarif INA-CBGs. Sehingga terjadi selisih negative yaitu tarif BPJS lebih kecik dari tarif rumah sakit sehingga rumah sakit akan menaggung beban. Solusi mengatasi atau menutupi selisih negative  maka   sesuai ketentuan dan rumah sakit dapat  menambahkan margin dari setiap tindakan pasien yang dirawat inap. Melakukan rekonsolidasi  dengan mengakomodasi melalui konfirmasi dua arah BPJS kesehatan dan pihak  Rumah Sakit untuk menemukan keseimbang yang transparan, dan pelayanan yan prima.

Article Details

How to Cite
., Indupurnahayu; SHINTA AMINDA, Renea; RAHAYU, Renny. Mencari Titik Keseimbangan Tarif INACBGs Versus Tarif Rumah Sakit. PROSIDING LPPM UIKA BOGOR, [S.l.], oct. 2020. ISSN 2477-4014. Available at: <http://pkm.uika-bogor.ac.id/index.php/prosiding/article/view/643>. Date accessed: 12 june 2021.
Issue
Section
Articles