Perubahan Garis Pantai Muara Gembong Berdasarkan Analisis Spasial

Main Article Content

Alimuddin .

Abstract

Perubahan penggunaan lahan pesisir di Kecamatan Muara Gembong yang sudah terjadi sejak puluhan tahun silam menjadi salah satu fenomena menarik yang terus terjadi. Berdasarkan data evaluasi tata ruang Kabupaten Bekasi Tahun 2000, luas penggunaan lahan hutan mangrove semakin berkurang jika dibandingkan kondisi antara tahun 1943 dan 2000, sebaliknya, penggunaan lahan untuk permukiman terus meningkat pada periode yang sama. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui luasan abrasi yang terjadi pada tahun 2012 dan 2020 di wilayah pesisir Muara Gembong, Bekasi. Metode penelitian yang digunakan adalah interpretasi citra satelit dengan menggunakan program ER Mapper untuk memperbaiki kualitas citra sebelum diolah lebih lanjut dan program ArcGIS untuk tumpang tindih (overlay). Citra satelit yang digunakan adalah Citra Landsat tahun 2003 dan 2012 untuk melihat luasan abrasi tahun 2012 sedangkan untuk melihat abrasi tahun 2020 maka digunakan Citra Landsat tahun 2012 dan 2020. Penelitian dilakukan dari bulan Juli – Agustus tahun 2020. Hasil dari penelitian ini adalah berdasarkan tumpang tindih Citra Landsat tahun 2003 dan 2012, luasan abrasi yang terjadi sebesar 285.635,23 m2, sedangkan tumpang tindih Citra Landsat tahun 2012 dan tahun 2020 luasan abrasi yang terjadi sebesar 252.071,71 m2.

Article Details

How to Cite
., Alimuddin. Perubahan Garis Pantai Muara Gembong Berdasarkan Analisis Spasial. PROSIDING LPPM UIKA BOGOR, [S.l.], oct. 2020. ISSN 2477-4014. Available at: <http://pkm.uika-bogor.ac.id/index.php/prosiding/article/view/630>. Date accessed: 12 june 2021.
Issue
Section
Articles