Metode Khalwat Dalam Pembelajaran Pada Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Di Era Industri 4.0 Menuju Generasi Emas 2045

  • Zaenal Abidin Syamsuddin Ibnu Hajar Boarding School, Jakarta, Indonesia
  • Endin Mujahidin Sekolah Pascasarjana Universitas Ibn Khaldun Bogor

Abstract

Pandemi COVID-19 telah merubah struktur kehidupan. Pandemi telah mengakselerasi di semua bidang termasuk pendidikan. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan metode pembelajaran khalwat yang mampu mengatasi stres para peserta didik dan menekantensi emosi orang tua akibat perubahan struktur kehidupan di masa pandemi sehingga menjadi keterampilan baru berupa adaptasi. Keterampilan inilah yang diperlukan di era industri 4.0 untuk menyiapkan generasi emas 2045. Penelitian ini memakai pendekataan deskriptif kualitatif dengan menekankan metode library research (penelitian kepustakaan). Pada hakikatnya penelitian kepustakaan adalah penelitian kualitatif yang bekerja pada tataran analitik dan bersifat perspectif emic, yaitu memperoleh data bukan berdasarkan pada persepsi peneliti, tetapi berdasarkan fakta-fakta konseptual maupun fakta teoretis. Hasilnya bahwa dalam perspektif psikologi transpersonal, hakikat khalwat adalah mengasingkan diri dengan melakukan kegiatan; 1) mujahadah an nafs yaitu sungguh-sungguh untuk mencapai tujuan; 2) riyâdhah an-nafs yaitu latihan spiritual); 3) tazkiyah an-nafs yaitu membersihkan jiwa. Proses khalwat bisa ditempuh dengan tiga tahap; separation (menjauhi keramaian); Initiation (menemukan pencerahan); dan return (kembali dengan visi baru). Bahkan di sela-sela study from home di masa pandemi ada kesempatan bagi guru, peserta didik, dan orang tua untuk menerapkan metode pembelajaran khalwat tersebut supaya kesehatan jiwa pulih kembali.


Abstract


The COVID-19 pandemic has changed the structure of life. So that conditions do not get worse, especially educational activities, online learning is being rolled out. However, the new system needs to be evaluated, because it causes many problems, especially psychological disorders. Therefore, the purpose of this study is to describe the seclusion learning method that is able to overcome the stress of the students and suppress the emotional tension of parents due to changes in the structure of life during the pandemic. This study uses a qualitative descriptive approach by emphasizing the library research method (library research). In essence, library research is a qualitative research that works at the analytical level and has an emic perspective, that is to get data not based on the perception of the researcher, but based on conceptual and theoretical facts. the result in the perspective of transpersonal psychology, the essence of seclusion is to isolate oneself by doing activities; 1) mujahadah an nafs that is earnest to achieve the goal; 2) riyâdhah an-nafs that is spiritual practice); 3) tazkiyah an-nafs that is cleaning the soul. seclusion process can be reached in three stages; separation (stay away from crowds); Initiation (finding enlightenment); and return (back with a new vision). even on the sidelines of study from home during the pandemic there is an opportunity for teachers, students, and parents to apply the seclusion learning method so that mental health is restored.

Published
2021-09-22
How to Cite
SYAMSUDDIN, Zaenal Abidin; MUJAHIDIN, Endin. Metode Khalwat Dalam Pembelajaran Pada Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Di Era Industri 4.0 Menuju Generasi Emas 2045. Annual Conference on Islamic Education and Thought (ACIET), [S.l.], v. 2, n. 1, sep. 2021. ISSN 2746-2781. Available at: <http://pkm.uika-bogor.ac.id/index.php/aciet/article/view/1044>. Date accessed: 18 jan. 2022.