8 MODEL BIMBINGAN KONSELING KORBAN SODOMI BERANTAI PADA ANAK DALAM PERSPEKTIF ISLAM DI LEMBAGA PRATISTA MODEL BIMBINGAN KONSELING KORBAN SODOMI BERANTAI PADA ANAK DALAM PERSPEKTIF ISLAM DI LEMBAGA PRATISTA

Main Article Content

Haniva Hasna

Abstract

Anak dalam merupakan amanah yang harus dididik, dirawat dan dijaga. Dalam masa tumbuh kembangnya secara fisik dan mental, anak membutuhkan perawatan, perlindungan khusus serta perlindungan hukum dari dalam kandungan hingga lahir. Pada nyetaannya, anak yang seharusnya dilindungi justru menjadi pelaku kejahatan atau lebih tepatnya berperilaku delinquen. Mereka melakukan kejahatan seksualtidak hanya melakukan kenakalan seperti membolo, merokok, mencuri. Lebih hebat lagi kejahatan yang dilakukan oleh anak anak yaitu melakukan kejahatan seksual. Korbannya tidak hanya anak perempuan, namun anak laki lakipun saat ini menjadi sasaran kejahatan seksual. Sodomi adalah perilaku seksual sesama jenis melalui anus. Tujuan dilakukan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana model enanganan korban sodomi berantai pada anak sesuai dengan cara cara atau pandangan islami. Serta mengetahui faktor apa sajakah yang menjadi pendukung dan penghambat dalam memberikan bantuan bimbingan konseling terhadap korban sodomi berantai.Penelitian ini bersifat deskriptif analisis dengan pendekatan kualitatif. Bertujuan untuk mengungkap serta menggambarkan secara faktual mengenai model bimbingan konseling bagi korban sodomi berantai pada anak di Lembaga Pratista. Data yang digunakan adalah hasil dari observasi dan wawancara mendalam. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa model bimbingan konseling Islami yang digunakan oleh Lembaga Pratista dalam menangani korban sodomi berantai adalah model layanan tatap muka langsung dengan metode pendekatan direktif. Model penanganan anak sebagai korban sodomi berantai dalam perspektif islam ini dilakukan dengan
wawancara serta bercerita, dimana dengan bercerita membuat korban lebih mudah memerima
masukan dari pembimbing berupa materi materi islami yang dapat membantu pemulihan trauma klien. Cerita yang disampaikan berupa kehidupan nabi dan rosul, sahabat serta ulama. Harapannya, klien dapat lebih tawakal, bersyukur, sabar serta kembali normal seperti fitrahnya. Edukasi yang lain adalah dengan membentuk Fokus Grup untuk memberikan edukasi secara berkelompok kepada klien. Faktor penghambat bimbingan dalam penelitian ini adalah kurangnya motivasi dari lingkungan terdekat klien yaitu orang tua, faktor emosi korban yang tidak stabil serta keterangan klien yang membingungkan dan tidak tidak konsisten. Faktor pendukungnya adalah keterampilan konselor dalam melakukan pendekatan kepada klien, serta adanya media pendukung yang memudahkan bimbingan.

Article Details

How to Cite
HASNA, Haniva. 8 MODEL BIMBINGAN KONSELING KORBAN SODOMI BERANTAI PADA ANAK DALAM PERSPEKTIF ISLAM DI LEMBAGA PRATISTA. PROSIDING BIMBINGAN KONSELING, [S.l.], p. 59-72, aug. 2018. Available at: <http://pkm.uika-bogor.ac.id/index.php/PSBKI/article/view/126>. Date accessed: 12 june 2021.
Issue
Section
Articles