Konsep Pendidikan Kebaikan dan Keburukan (Analsis Al-Quran Surat Asy-Syams Ayat 7-8)

Main Article Content

Nur Rochmat

Abstract

Era kemajuan zaman seperti sekarang ini di mana semua hal bisa dimanipulasi, di mana segala yang benar bisa dianggap salah, sedangkan yang salah bisa dicitrakan benar memang sungguh penuh tantangan. Hla ini sebenarnya sudah jauh-jauh hari disampaikan oleh Nabi SAW bahwa akhir zaman –sekarang ini- akan banyak fitnah bertebaran. Dahulu fitnah akan tersebar melalui mulut ke mulut, maka jika seseorang pembawa fitnah tidak bertemu dengan orang lain, maka fitnah tidak akan tersebar, namun sekarang ini orang yang duduk diam di rumah di depan handphone, laptop, komputer atau perangkat elektronik lainnya bisa dengan mudah menyebarkan fitnah dengan perantara internet dan media sosial. Hal itu tentu sangat memudahkan orang jika ingin menebar fitnah, berita bohong ataupun hoax, dengan sekali klik maka pesan tersebut akan tersebar dan bisa di akses oleh seluruh umat manusia. Meskipun sebaliknya, kemudahan teknologi juga bisa digunakan oleh orang-orang baik untuk menebar kebaikan pula, seperti ustadz yang hendak berdakwah, guru yang ingin berbagi ilmu, juga orang-orang baik lainnya yang ingin berbagi kebaikan melalui sarana fasilitas kemajuan teknologi. Pada dasarnya teknologi adalah netral, maka hukumnya pun mubah, namun bisa menjadi haram atau halal, terlarang atau wajib, tergantung kepada kita yang menggunakannya. Untuk itu, penulis ingin mengangkat kebaikan dan keburukan yang dalilnya di Firmankan oleh Allah SWT di dalam Alquran yaitu surat Asy-Syams ayat 7-8.

Article Details

How to Cite
ROCHMAT, Nur. Konsep Pendidikan Kebaikan dan Keburukan (Analsis Al-Quran Surat Asy-Syams Ayat 7-8). The Annual Conference on Islamic Education and Social Science, [S.l.], v. 1, n. 2, p. 250-259, dec. 2019. ISSN 2685-5119. Available at: <http://pkm.uika-bogor.ac.id/index.php/ACIEDSS/article/view/507>. Date accessed: 17 june 2021.
Section
Articles